Keutamaan Membaca Sholawat Adzimiyah Sayyid Ahmad bin Idris

Yasayyidiyarasululallah | Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam termasuk ibadah, karena perintah langsung dari Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat al-Ahzab ayat 56 :

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya".

Banyak redaksi atau teks/lafadz sholawat yang diajarkan Nabi atau dari para sahabatnya juga tabi'in dan ulama. 

Salah satu bacaan shalawat dalam tulisan ini sekelumit sholawat yang memiliki banyak faedah adalah shalawat Adhimiyah. Shalawat yang ditulis Sayyid Ahmad bin Idris al-Maghrabi ini berisikan doa sekaligus pujian kepada Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam.

Nama lengkap penulisnya adalah Imam al-‘Arif Billah Sayyid Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim bin Umar bin Ahmad bin Abdul Jabbar al-Hasani. Ia memiliki garis keturunan dari Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam melalui jalur Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali, suami Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam.

Sayyid Ahmad bin Idris al-Maghrabi lahir di Maisur, salah satu perkampungan yang terletak di kota Fes, Maroko. Sedangkan tahun kelahirannya, para ulama sejarah masih berbeda pendapat. Ada yang mengatakan pada bulan Rajab tahun 1163 H bertepatan dengan tahun 1749 M, dan ada pula yang mengatakan pada tahun 1172 H/1757 M. Sayyid Ahmad adalah pribadi yang tidak hanya mulia dari sisi nasab tetapi juga luhur dari sisi keilmuan; tidak cuma bagus dari dalam relasi sosial tetapi juga baik dari segi spiritual.

Penamaan Shalawat Adhimiyah

Shalawat Adhimiyah yang ditulis oleh Sayyid Ahmad bin Idris memiliki sejarah yang sangat panjang. Syekh al-Arif Billah Qaddur bin Muhammad al-Jazairi al-Mustaghanami (wafat 1350 H) dalam salah satu kitabnya menjelaskan bahwa Sayyid Ahmad bin Idris memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya, bahkan ia sering berjumpa dengan Rasulullah baik di saat tertidur ataupun tidak.

Kisah penulisan shalawat ini berawal ketika Sayyid Ahmad bin Idris berkumpul dengan Rasulullah secara nyata dan di samping Rasulullah ada Nabi Khidir 'alaihissalam. Pada momentum itu, Rasulullah menyuruh Nabi Khidir untuk mengajarkan wirid-wirid kepadanya,

يَا خَضِرُ لَقِّنْهُ مَا كَانَ جَامِعًا لِسَائِرِ الْأَذْكَارِ وَالصَّلَوَاتِ وَالْاِسْتِغْفَارِ وَأَفْضَلُ ثَوَابًا وَأَكْثَرُ عَدَدًا

Artinya, “Wahai Nabi Khidir, diktelah (ajarkanlah) kepadanya (bacaan) yang memuat semua dzikir, semua shalawat dan istighfar, paling agung pahalanya, dan paling banyak hitungannya (pahala).” (Muhammad al-Jazairi, Manahilus Shafa fi Mura-il Musthafa, [Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun, h. 179).

Setelah Nabi Khidir mendapatkan perintah dari Rasulullah, ia langsung mengajarkan Sayyid Ahmad bin Idris untuk membaca shalawat di atas. Ia menuntunnya mulai dari awal bacaan hingga selesai. Setelah itu, Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam berkata kepadanya:

يَا أَحْمَدُ أَعْطَيْتُكَ مَفَاتِحَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ. وَهِيَ: الذِّكْرُ الْمَخْصُوْصُ وَالصَّلَاةُ الْعَظِيْمِيَّةُ

Artinya, “Wahai Ahmad (Sayyid Ahmad bin Idris), aku telah memberikanmu kunci pembuka langit dan bumi, yaitu dzikir khusus dan shalawat yang agung (adhimiyah).” (Syekh Muhammad at-Tamsamani, Sayyidil Khidir Ra’sul Aulia, [Beirut, Darul Kutubil Ilmiah: tanpa tahun], h. 268).

Dengan sabda Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam di atas, akhirnya Sayyid Ahmad bin Idris menamai shalawat yang diterima olehnya dengan sebutan shalawat Adhimiyah, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah kepadanya, as-shalawatul adhimiyah.

Keutamaan Shalawat Adhimiyah:

Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam salah satu kitab karangannya menjelaskan, bahwa Sayyid Ahmad bin Idris memiliki banyak karamah. Ia sudah mencapai derajat wali agung yang tidak didapatkan oleh para wali yang satu zaman dengannya.

Alkisah, salah satu murid Sayyid Ahmad bin Idris yang berdomisili di Makkah wafat. Di sela-sela penguburannya, ada salah satu orang kasyf (terbukanya mata batin sehingga bisa melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain) yang duduk di dekat kubur muridnya itu.

Pada saat prosesi penguburan, ia melihat malaikat Izrail mendatangi kuburannya dengan membawa permadani dan cahaya dari surga. Setelah itu, malaikat Izrail juga memperluas kuburannya seluas mata memandang, kemudian meletakkan cahaya di dalamnya. Di saat yang bersamaan, orang kasyf itu mengkhayal sembari memohon kepada Allah agar ketika kematian mendatanginya, ia bisa dimuliakan dengan penghormatan sebagaimana yang dilihatnya.

Setelah mengkhayal, tiba-tiba malaikat Izrail menoleh kepadanya, kemudian berkata:

كُلُّ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مِثْلُ هٰذِهِ الْكَرَامَةِ بِبَرَكَةِ الصَّلَاةِ الْعَظِيْمَةِ الْمَنْسُوْبَةِ لِلسَّيِّدِ أَحْمَدْ بِنْ اِدْرِيْس 

Artinya, “Setiap seseorang dari kalian semua bisa (mendapatkan) kemuliaan ini disebabkan berkah dari shalawat agung yang nisbatkan kepada Sayyid Ahmad bin Idris (shalawat Adhimiyah).” (Syekh Yusuf an-Nabhani, Jami’u Karamatil Auliya, [Beirut, Darul Kutubil Ilmiah: tanpa tahun], juz I, halaman 470).

Selain keutamaan di atas, shalawat ini memiliki keutamaan tersendiri untuk bisa bertemu dengan Rasulullah dalam keadaan yang nyata. Syekh Ahmad Farid al-Mazidi dalam salah satu kitabnya menjelaskan, bahwa orang-orang yang biasa membaca shalawat Adhimiyah, maka akan berjumpa dengan Rasulullah dalam keadaan nyata sebelum kematian mendatanginya. (Ahmad Farid al-Mazidi, al-Qhutbun Nabawi, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], halaman 222).

Demikian sekilas tentang sejarah dan keutamaan shalawat Adhimiyah. Dengan mengetahuinya, semoga kita bisa istiqamah membaca dan bisa meraih manfaat dan keutamaan di dalamnya, dan bahkan bisa ditakdir berjumpa dengan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam, baik secara nyata maupun dalam mimp serta mendapatkan syafa'atnya kelak di hari kiamat. Aamin.

Berikut Teks Shalawat ‘Azhimiyyah: 

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ ، اَلَّذِيْ مَلأَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ ، وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلىَ مَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ ذِيْ الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ ، وَعَلىَ آلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ ، بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَماَ فِيْ عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ ، صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ اللهِ الْعَظِيْمِ ، تَعْظِيْماً لِحَقِّكَ يَامَوْلاَناَ ياَمُحَمَّدُ ياَ ذَالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِه مِثْلَ ذَلِكَ ، وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَماَجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ ، ظاَهِرًا وَباَطِناً ، يَقْظَةً وَمَناَماً ، وَاجْعَلْهُ ياَرَبِّ رَوْحاً لِذاَتِيْ مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ ، فِي الدُّنْياَ قَبْلَ اْلآخِرَةِ ياَعَظِيْمُ

"ALLAAHUMMA INNII AS ‘ALUKA BI NUURI WAJHILLAAHIL ‘AZhIIM,

ALLADZII MALA-A ARKAANA ‘ARSyILLAAHIL ‘AZhIIM,

WA QOOMAT BIHII ‘AWAALIMULLAAHIL ‘AZhIIM,

ANGTUShOLLIYA ‘ALAA MAWLAANAA MUHAMMADIN DzIL QODRIL ‘AZhIIM,

WA ‘ALAA AALI NABIYYILLAAHIL ‘AZhIIM,

BIQODRI ‘ADhOOMATI DzAATILLAAHIL ‘AZhIIM,

FII KULLI LAMHATIN WANAFASIN ‘ADADA MAA FII ‘ILMILLAAHIL ‘AZhIIM,

ShOLAATAN DAA-IMATAN BIDAWAAMILLAAHIL ‘AZhIIM,

TA’ZhIIMAN LIHAQQIKA YAA MAWLAANAA YAA MUHAMMADU YAA DzAL KhULUQIL ‘AZhIIM, WASALLIM ‘ALAYHI WA ‘ALAA AALIHII MITsLA DzAALIKA,

WAJMA’ BAYNII WABAYNAHUU KAMAA JAMA’TA BAYNAR RUUHI WANAFSI,

ZhOOHIRON WABAAThINAN, YAQZhOTAN WAMANAAMAN,

WAJ’ALHU YAA ROBBI RUUHAL LIDzAATII MIN JAMII’IL WUJUUHI,

FID DUNYAA QOBLAL AAKHIROTI YAA ‘ADZHIIM".

Artinya : "Yaa Allah sesunggguhnya aku memohon kepadaMu dengan cahaya Wajah Allah Yang Agung,

Yang memenuhi tiang-tiang Arasy Allah Yang Agung,

Dan dengannya berdirilah alam-alam (ciptaan) Allah Yang Agung,

Agar shalawat tersampaikan atas pelindung kami, Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam, yang memiliki derajat yang Agung,

Dan atas keluarga nabi Allah Yang Agung,

Dengan ukuran Keagungan Zat Allah yang Agung,

Disetiap kedipan dan nafas, sebanyak apa yang termaktub dalam Ilmu Allah Yang Agung,

Shalawat yang abadi dengan Kekekalan Allah Yang Agung,

(sebagai) pengagungan terhadap Haq (kebenaran) engkau wahai Muhammad, yang memiliki akhlak (perangai) yang Agung,

Dan salam atas beliau Shollallahu 'Alaihi Wasallam serta keluarganya, semisal yang demikian itu,

Dan satukanlah aku dengan Beliau sebagaimana Engkau satukan ruh dengan nafas,

Secara Zahir dan Batin, dalam keadaan terjaga (sadar) atau tidur (mimpi),

Dan jadikanlah beliau yaa Tuhanku, sebagai ruhani jiwaku, di setiap arah,

Didunia ini sebelum (datangnya) hari akhir, wahai Zat yang memiliki Keagungan."

Wallahu 'a'lam bisshowab.

  • Tentang Penulis
  • youtube