5x ุฃَุนُْูุฐُ ุจِุงِููู ู َِู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِْูู ِ
5x ุจِุณْูููููููููููู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู ِ
Kemudian membaca:
ุงَُّٰูููู َّ ุจِุญَِّู ู ُุญَู َّุฏٍ ุฃَุฑِِْูู َูุฌَْู ู ُุญَู َّุฏٍ ุญَุงًูุง َูู َุขًูุง
Bila kau membacanya ketika hendak tidur, maka aku akan datang menemuimu dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kemudian Syaikh Abu al-Muwahib asy-Syadzili mengatakan: “Adakah Ruqyah (amalan) dan makna tersirat yang lebih baik dari (apa yang di anjurkan Rasulullah ๏ทบ ini) bagi mereka yang mengimani?
Syaikh al-Fasiy al-Maghribi dalam Thabaqati asy-Syadziliyah al-Kubra al-Musamma Jami’u al-Karamat al-‘Aliyah fi Thabaqati as-Sadati asy-Syadziliyah turut mengomentari pernyataan Syaikh Abu al-Muwahib asy-Syadzili ini.
Menurutnya: “Ruqiyah (amalan) ini tergolong paling agung dan paling ringannya doa atau amalan agar bisa bermimpi bertemu dengan Rasulullah ๏ทบ karena tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengamalkannya. Sungguh amalan ini telah terbukti mujarrab, banyak orang yang berhasil dan sukses bertemu dengan Rasulullah ๏ทบ dalam mimpinya setelah mengamalkan amalan ini.
Syaikh al-Fasiy al-Maghribi sendiri adalah salah satu orang yang pernah mengamalkan amalan ini dan terbukti. Diceritakannya dalam kitabnya, pada saat itu, sepuluh akhir bulan Ramdhan. "Demi Allah ๏ทป tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, aku melihat Rasulullah ๏ทบ datang kepadaku dengan ketampanan yang tiada tara, terang benderang bak bulan purnama. Beliau hadir memakai busana sutra terbaik, berbaring terlentang dengan rambut yang terurai indah. Senyumnya sungguh menawan dengan gigi seri yang berkilau. Raga Beliau diliputi cahaya yang sangat terang, yang mampu menyirat semua padangan mata yang memandangnya. Saat itu aku masih sibuk dengan bacaan wiridku, lalu Rasulullah ๏ทบ memanggilku: “Kemarilah! Lebih dekat denganku”. Aku pun mendekat ke sisi Beliau. Kemudian Rasulullah ๏ทบ menghiburku dengan selaksa kebahagian",
(ุฐََِูู َูุถُْู ุงِููู ُูุคْุชِِูู ู َْู َูุดَุงุกُ َูุงُููู ุฐُู ุงَููุถِْู ุงูุนَุธِูู ِ)
“Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. [Al-Hadid: 21].
Sementara Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabahaniy dalam kitabnya Sa’adu ad-Daraini fi as-Sholati ala Sayyidi al-Kaunaini juga mengutip dari kitab Bustanu al-Fuqara karya al-Imam al-Yafi’i menambahkan: “Barang siapa yang ingin bermimpi bertemu Allah ๏ทป, Rasulullah ๏ทบ atau tempat dirinya di surga, maka bacalah shalawat dengan shighat (bentuk shalawat):
ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ ุงََّْููุจِِّู ุงْูุฃُู ِِّّู ููู ุฑูุงูุฉ ุฒูุงุฏุฉ َูุนَٰูู ุขِูู َูุตَุญْุจِِู َูุณََّูู
Sebanya 1000 X di hari Jum’at
Bila masih belum menemukan hasil, maka ulangi lagi di Jum’at kedua, ketiga atau hingga jum’at kelima insya Allah ๏ทป, Rasulullah ๏ทบ akan hadir dalam mimpinya”.
Sesungguhnya sebab-sebab terhalangnya seseorang tidak bisa berjumpa dengan Rasulullah ๏ทบ meski dalam mimpinya adalah rusaknya etika atau tatakrama pada para ulama, menghadiri majlis ghibah (tempat perkumpulan yang di isi dengan menggunjing orang lain) dan menyebarkan rahasia perihal (kelebihan atau kekurangan) suami istri pada orang lain.
Bertemu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi atau pun secara langsung nyata di dunia dan akhirat menjadi impian setiap orang Islam. Mengingat ada salah satu janji yang disebutkan dalam hadits:
ู َْู ุฑَุขِูู ِูู ุงูู ََูุงู ِ َูุณََูุฑَุงِูู ِูู ุงََูููุธَุฉِ، َููุงَ َูุชَู َุซَُّู ุงูุดَّْูุทَุงُู ุจِู
“Barang siapa melihatku di dalam mimpi maka ia akan bertemu denganku dalam keadaan terjaga dan setan tidak dapat menyerupaiku” (HR al-Bukhari).
Dari hadis ini bermimpi bertemu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka mimpinya adalah mimpi yang benar, bukan mimpi yang sebatas khayalan atau mimpi yang berasal dari bisikan setan seperti halnya disebutkan Syekh Hasan Muhammad Syaddad dalam kitabnya berjudul Kaifiyah al-Wushul li Ru’yati Sayyidina ar-Rasul beliau menjelaskan:
ูู ุนูู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุฃّู ุฑุคูุงู ุตّูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณّูู ุตุญูุญุฉ ูููุณุช ุจุฃุถุบุงุซ ุฃุญูุงู ููุง ู ู ุชุดุจููุงุช ุงูุดูุทุงู
“Makna hadits di atas: sesungguhnya mimpi bertemu Nabi adalah mimpi yang benar, bukan mimpi yang sia-sia dan juga bukan hasil penyerupaan setan,” (Syekh Hasan Muhammad Syaddad, Kaifiyah al-Wushul li Ru’yati Sayyidina ar-Rasul, hal. 21).
Perbanyak Sujud Mendapatkan Syafa'at
Dalam sebuah hadis disebutkan :
ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุญََูู ُ ุจُْู ู ُูุณَู ุฃَุจُู ุตَุงِูุญٍ ุญَุฏَّุซََูุง ُِْููู ุจُْู ุฒَِูุงุฏٍ َูุงَู ุณَู ِุนْุชُ ุงْูุฃَْูุฒَุงุนَِّู َูุงَู ุญَุฏَّุซَِูู َูุญَْูู ุจُْู ุฃَุจِู َูุซِูุฑٍ ุญَุฏَّุซَِูู ุฃَุจُู ุณََูู َุฉَ ุญَุฏَّุซَِูู ุฑَุจِูุนَุฉُ ุจُْู َูุนْุจٍ ุงْูุฃَุณَْูู ُِّู
Diriwayatkan dari sahabat Abu Salamah, dari sahabat Rabi’ah bin Ka’ab al-Islami berkata, “Pernah diriku menginap di rumah Rasulullah saw. Saya mendatangi beliau membantu mengambilkan air untuk berwudlu dan membantu kebutuhan beliau yang lain. Kemudian, Rasulullah saw bersabda kepada saya [Rabi’ah],
“Mintalah sesuatu kepadaku!”
Rabi’ah berkata, “Saya berharap bisa bertemu dengan Engkau di surga nanti.”
Rasulullah bertanya, “Selain itu?”
Rabi’ah menjawab, “Cuma itu keinganan saya, wahai Rasulullah.”
Kemudian, Rasulullah saw bersabda, “Maka bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, bab Fadlus Sujud wal Hassu Alaihi, Juz III, halaman 40, hadis nomor 754. Di dalam Sunan Abu Dawud, bab Waqtu Qiyamin Nabi saw, Juz IV, halaman 89, hadis nomor 1125.
Juga, dalam Sunan Nasa’i, pada bab Fadlus Sujud, Juz IV, halaman 338, hadis nomor 1126. Sedang Imam Thabrani juga meriwayatkan hadis di atas, akan tetapi terdapat perbedaan lafadz. Dia menyebutkan, bahwa Rabi’ah sering mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak bacaan, “Subhanallah, Subhanallahur Rabbi”, di setiap malam beliau shallallahu 'alaihi wasallam.
Kunci Kalimat (Miftฤhul Kalฤm)
﴿ َูุฃَุนِِّููู ุนََูู َْูููุณَِู ุจَِููุซْุฑَุฉِ ุงูุณُّูุฌُْูุฏِ ﴾
“Maka bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud”. Syafa'at Rasulullah dengan ikhtiar perbanyak sujud, amalan-amalan sunnahnya.
Syarat Mendapat Syafaat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam saat Kiamat
Untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah Shollalahu 'Alaihi Wasalam ketika di akhirat kelak:
1. Meninggal dalam Keadaan Tidak Menyekutukan Allah seperti yang ditandaskan dalam sabdanya:
ุฃُุดِْูุฏُُูู ْ ุฃََّู ุดََูุงุนَุชِู ُِِّููู ู َْู ู َุงุชَ َูุง ُูุดْุฑُِู ุจِุงَِّููู ุดَْูุฆًุง
Artinya, "Aku bersaksi kepada kalian bahwa syafaatku diperuntukkan bagi setiap muslim yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan apapun," (HR Abu Dawud).
2. Meninggal Membawa Keimanan Walau Sebesar Biji Sawi.
Hal itu seperti yang digambarkan dalam haditsnya:
ุฃَْูุฑَุนُ ุจَุงุจَ ุงْูุฌََّูุฉِ َُْูููุชَุญُ ุจَุงุจٌ ู ِْู ุฐََูุจٍ َูุญَُُِููู ู ِْู ِูุถَّุฉٍ، ََููุณْุชَْูุจُِِููู ุงُّูููุฑُ ุงْูุฃَْูุจَุฑُ، َูุฃَุฎِุฑُّ ุณَุงุฌِุฏًุง، َูุฃُِْููู ู َِู ุงูุซََّูุงุกِ ุนََูู ุงَِّููู ู َุง َูู ْ ُِْููู ุฃَุญَุฏٌ َูุจِْูู، ََُูููุงُู ِูู: ุงุฑَْูุนْ ุฑَุฃْุณََู، ุณَْู ุชُุนْุทَْู، َُْููู ُูุณْู َุนْ، َูุงุดَْูุนْ ุชُุดََّูุนْ، َูุฃَُُููู: ุฃُู َّุชِู، ََُูููุงُู: ََูู ู َْู َูุงَู ِูู َْููุจِِู ู ِุซَْูุงُู ุดَุนِูุฑَุฉٍ ู ِْู ุฅِูู َุงٍู، َูุงَู: ุซُู َّ ุฃَุณْุฌُุฏُ ุงูุซَّุงَِููุฉَ، ุซُู َّ ุฃُِْููู ู ِุซَْู ุฐََِูู، ََُูููุงُู ِูู: ู ِุซُْู ุฐََِูู، َูุฃَُُููู: ุฃُู َّุชِู، ََُูููุงُู ِูู: ََูู ู َْู َูุงَู ِูู َْููุจِِู ู ِุซَْูุงُู ุฎَุฑْุฏََูุฉٍ ู ِْู ุฅِูู َุงٍู،
Artinya, "Aku mengunci pintu surga. Tiba-tiba dibukakan satu pintu dari emas dan lengkungnya dari perak. Kemudian aku disambut oleh cahaya yang agung. Aku pun langsung bersujud seraya menyampaikan pujian kepada Allah dengan pujian yang belum pernah disampaikan seorang pun sebelumku. Disampaikanlah kepadaku, 'Angkatlah kepalamu. Mintalah, niscaya engkau akan diberi. Berkatalah, niscaya engkau akan didengar. Meminta syafaatlah, niscaya engkau akan diberi syafaat.' Aku pun berkata, 'Umatku...!' Lantas dijawab, 'Engkau berhak menolong orang yang dalam hatinya ada keimanan walau seberat biji gandum.' Aku pun bersujud kedua kalinya dan menyampaikan pujian yang sama dan disampaikan lagi kepadaku jawaban yang sama. Lalu terus memohon lagi, 'Umatku...!' Disampaikan kepadaku, 'Engkau berhak menolong orang yang dalam hatinya ada keimanan walaupun sekecil biji sawi.'"
3. Meninggal Mengucapkan Kalimat Thayyibah atau Lailahaillah dengan Ikhlas.
Sebagaimana yang disampaikan dalam lanjutan hadits di atas:
ุซُู َّ ุฃَุณْุฌُุฏُ ุงูุซَّุงِูุซَุฉَ، ََُูููุงُู ِูู: ู ِุซُْู ุฐََِูู، ุซُู َّ ุฃَุฑَْูุนُ ุฑَุฃْุณِู َูุฃَُُููู: ุฃُู َّุชِู، ََُูููุงُู ِูู: ََูู ู َْู َูุงَู: َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู ู ُุฎِْูุตًุง
Artinya, "Aku bersujud ketiga kalinya dan disampaikan kepadaku jawaban yang sama. Setelah itu, aku mengangkat kepala dan memohon lagi, 'Umatku...!' Lalu disampaikan kepadaku,'Engkau berhak menolong orang yang mengucap 'Lฤ ilฤha illallฤh' dengan ikhlas,'" (HR Abu Ya'la).
Itulah sepak terjang seorang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat hari akhir nanti. Sungguh beliaulah manusia paling sibuk dan paling peduli dengan keselamatan umatnya.
Di bagian akhir hadits ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ََููุฃْุชُِْููู َูุฃَุณْุชَุฃْุฐُِู ุนََูู ุฑَุจِّู ، َูุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชُُู ََููุนْุชُ َُูู ุณَุงุฌِุฏًุง، ََููุฏَุนُِููู ู َุง ุดَุงุกَ ุงُููู. ุซُู َّ َُููุงُู ِูู : ุงِุฑَْูุนْ ุฑَุฃْุณََู ، َูุณَْู ุชُุนْุทَْู ، َُْููู ُูุณْู َุนْ ، َูุงุดَْูุนْ ุชُุดََّูุนْ . َูุฃَุฑَْูุนُ ุฑَุฃْุณِู َูุฃَุญْู َุฏُ ุฑَุจِّู ุจِุชَุญْู ِْูุฏٍ ُูุนَِّููู ُِูู، ุซُู َّ ุฃَุดَْูุน ََููุญُุฏُّ ِูู ุญَุฏًًّุง ، ุซُู َّ ุฃُุฎْุฑِุฌُُูู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ َูุฃُุฏْุฎُُِููู ُ ุงْูุฌََّูุฉَ . ุซُู َّ ุฃَุนُْูุฏُ َูุฃََูุนُ ุณَุงุฌِุฏًุง ู ِุซَُْูู ِูู ุงูุซَّุงِูุซَุฉِ ุฃَِู ุงูุฑَّุงุจِุนَุฉِ، ุญَุชَّู ู َุง َูุจَْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ ุฅِูุงَّ ู َْู ุญَุจِุณَُู ุงُْููุฑْุขُู. ََููุงَู َูุชَุงุฏَุฉُ َُُْูููู ุนِْูุฏَ َูุฐَุง: ุฃَْู َูุฌَุจَ ุนََِْููู ุงْูุฎُُْููุฏُ. ุฃุฎุฑุฌู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ูู ุตุญูุญููู ุง
“Maka mereka datang kepadaku. Akupun meminta izin kepada Rabb-ku. Ketika aku melihat Rabb-ku, maka aku menjatuhkan diri bersujud kepadaNya. Allah membiarkan aku sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Kemudian dikatakan kepadaku (oleh Allah) : “Angkat kepalamu! Mintalah, niscaya engkau akan diberi! Katakanlah, niscaya perkataanmu akan didengar! Berilah syafa’at, sesungguhnya engkau diberi wewenang memberi syafa’at”. Maka aku mengangkat kepalaku. Lalu aku memuji-muji Rabb-ku dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafa’at. Namun Allah memberi batasan kepadaku dengan suatu batasan. Lalu aku mengeluarkan mereka dari Neraka dan memasukkannya ke dalam surga. Kemudian aku kembali lagi kepada Allah, lalu aku menjatuhkan diri bersujud kepadaNya seperti saat pertama.(Demikian pula) pada yang ketiga atau keempat kalinya. Sehingga tidak ada lagi yang tersisa di dalam Neraka, kecuali orang yang ditahan oleh al Qur`an. Qotadah menjelaskan maksud orang yang ditahan oleh al Qur`an di dalam Neraka: “Ialah orang yang pasti kekal di dalamnya“.[HR Bukhari dan Muslim].
4. Perbanyak sholawat di Hari Jumat
ุฃَْูุซِุฑُูุง ุนَََّูู ู َِู ุงูุตَّูุงَุฉِ ِูู ُِّูู َْููู ِ ุฌُู ُุนَุฉٍ َูุฅَِّู ุตَูุงَุฉَ ุฃُู َّุชِู ุชُุนْุฑَุถُ ุนَََّูู ِูู ُِّูู َْููู ِ ุฌُู ُุนَุฉٍ ، َูู َْู َูุงَู ุฃَْูุซَุฑَُูู ْ ุนَََّูู ุตَูุงَุฉً َูุงَู ุฃَْูุฑَุจَُูู ْ ู ِِّูู ู َْูุฒَِูุฉً
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro).
ูุฃุฎุฑุฌ ุนู ุฃูุณ ูุงู: ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ุฃูุซุฑูุง ู ู ุงูุตูุงุฉ ุนูู ูู ููู ุงูุฌู ุนุฉ، ููููุฉ ุงูุฌู ุนุฉ ูู ู ูุนู ุฐูู ูุชุจ ุดููุฏًุง ุฃู ุดุงูุนุง ููู ุงูููุงู ุฉ
Artinya: "Dari Anas bin Malik RA, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa yang melakukannya, maka dia akan dicatat sebagai syahid atau syafaat di hari kiamat.” [Jalaluddin Suyuthi, Nurul Lum'ah fi Khasaisil Jum'ah [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] halaman 101].
Semoga kita bisa bertemu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam mimpi atau nyata secara langsung baik di dunia dan akhirat juga mendapatkan syafa'atnya. Aamiiin. (hyan_elbanis).
