Kajian Tafsir Tematik: Memahami 12 Nama Surat Al Fatihah dan Fadhilah Membacanya

Yasayyidiyarasulallah | Ahli tafsir Abul Fida' Imam Ibnu Katsir rahimahullah bermazhab Syafi’i dalam tafsirnya mengatakan bahwa Surat Al-Fatihah terdiri atas 25 kata dan 113 huruf.

Mengutip pendapat Abu 'Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthubi Al-Maliki atau Imam  Al-Qurtubhi rahimahullah (wafat 29 April 1273 M Mesir) serta pendapat Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya, bahwa surat Al-Fatihah memiliki 12 nama, antara lain :

Ash-Shalah (doa dan salat),
Al-Hamd (segala pujian),
Fatihatul Kitab (pembuka kitab),
Ummul Kitab (induk alkitab),
Ummul Qur’an (induk Al-Quran),
Al-Matsaniy (berulang-ulang),
Al-Qur’an al-‘Adzim (semua ilmu Al-Quran),
Asy-Syifa’ (penawar, obat, penyembuh),
Ar-Ruqiyyah (rukyah),
Al-Asas (fondasi),
Al-Wafiyyah (yang menyeluruh, komprehensif), dan Al-Kafiyyah (yang sempurna).

Peristiwa Menyertai Turunnya Al Fatihah

Sebagaimana keterangan Imaduddin Abu Al-Fida Al-Hafidh Al-Muhaddits Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i Imam Ibnu Katsir rahimahullah (wafat 774 H Damaskus)  dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al-‘Adhim atau Kitab Tafsir Ibnu Katsir (Riyadh: Dâr Thayyibah, Cet. 2009 M, halaman 106, Jilid I) bahwa :

1. Allah subhanahu wa ta'ala, mengutus malaikat yang belum pernah turun ke bumi, dan turun melewati pintu langit yang belum pernah dibuka.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِىٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلاَّ أُعْطِيتَهُ.

“Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu (619 M, Mekkah - 687 M, Tha'if) beliau berkata : saat Jibril duduk disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mendengar suara dari atasnya maka dia menengadahkan kepalanya dan berkata : (suara) ini adalah salah satu pintu langit yang dibuka hari ini, belum pernah dibuka kecuali hari ini. Maka turunlah seorang malaikat , dia berkata : ini adalah seorang malaikat yg turun kebumi, dimana dia sama sekali belum pernah kebumi kecuali hari ini, kemudian malaikat itu mengucap salam dan berkata : berilah dengan kabar gembira dgn dua cahaya ini yg telah diberikan padamu, yang tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, surat al-Fatihah dan akhir ayat al-Baqarah, tidaklah engkau membacanya kecuali akan diberikan.” (HR. Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi Asy-Syafi'i atau Imam Muslim rahimahullah, wafat 5 Mei 875 M, Naisabur, Iran)

Naqiidh adalah suara pintu saat dibuka (Imam An-Nawawi Abu Zakariya Yahya bin Syaraf wafar 676 H / 1277 M di Syuriah, kitab Syarhu Shahih Muslim, Kairo : Daar al-Hadits, Cet. 4 2001 M, halaman 352, Jilid 3).

Redaksi lain :

حديث آخر: روى مسلم في صحيحه، والنسائي في سننه، من حديث أبي الأحوص سلام بن سليم، عن عمار بن رُزَيق، عن عبد الله بن عيسى بن عبد الرحمن بن أبي ليلى، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، قال: بينا رسول الله صلى الله عليه وسلم وعنده جبريل، إذ سمع نقيضًا فوقه، فرفع جبريل بصره إلى السماء، فقال: هذا باب قد فتح من السماء، ما فتح قط. قال: فنزل منه ملك، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: أبشر بنورين قد أوتيتهما لم يؤتهما نبي قبلك: فاتحة الكتاب، وخواتيم سورة البقرة، ولن تقرأ حرفًا منهما إلا أوتيته. وهذا لفظ النسائي

“Hadits lain riwayat Imam Muslim rahimahullah dalam kitab Shahih-nya dan Ahmad bin Syu'aib Al Khurasany Al-Makki Asy-Syafi'i atau Imam An-Nasa’i rahimahullah (wafat 28 Agustus 915 M, Mekkah) dalam kitab Sunan-nya dari hadits Abul Ahwash Salam bin Salim Al-Hanafi (wafat 795 M di Kufah), dari Abu Al-Ahwas Ammar bin Ruzaiq Adl-Dlabbiy At-Tamimiy (wafat 775 M di Kufah), dari Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abu Layla, dari Abu Muhammad Abu Abdullah Sa’id bin Jubair (wafat 714 M, Kufah, Irak) rahimahumullah, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia bercerita, ‘Ketika kami bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan di dekatnya ada Jibril Alaihis Salam, tiba2 ia mendengar suara dari atas. Jibril memandang ke langit dan berkata, ‘Pintu langit ini dibuka, pintu yang belum pernah dibuka sama sekali.’ Satu malaikat turun melalui pintu langit tersebut dan mendekati Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lalu berkata, ‘Selamat, Berbahagialah atas dua cahaya yg diberikan kepada Anda, anugerah yang tidak pernah diberikan kepada nabi sebelum Anda, yaitu Fatihatul Kitab dan akhir Surat Al-Baqarah. Tiada satu huruf pun yang Anda baca dari keduanya, melainkan ia akan diberikan kepada Anda.’’ Ini lafal redaksi An-Nasai,” (Sumber : Imam Ibnu Katsir, kitab Tafsirul Qur’anil Azhim, Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun, juz I, halaman 11).

2. Diturunkan dari bawah perbendaharaan ‘Arsy

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قال : أَرْبعُ آياتٍ مِنْ كَنْزِ الْعَرْشِ لَيْسَ يَنْزِلُ مِنْهُ شَيْءٌ غيرُهن غيرُ أمِّ الكِتَابِ فَإِنَّهُ يَقُوْلُ: وَإنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لعَلِيٌّ حَكِيْمٌ ، وآيةُ الْكُرْسِي ، وَخَاتِمَةُ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ، وَاْلكَوْثَر.

“Dari Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu Anhu (wafat 700 M di Homs Suriah) beliau berkata : ada empat ayat yang turun dari perbendaharan ‘Arsy, tidak ada yang turun darinya selain yang empat ini. Surat al-Fatihah, ayat kursi, akhir surat al-Baqarah, dan surat al-Kautsar.” (HR. Abul-Qasim Sulaiman bin Ahmad al-Lakhmiy ath-Thabrani atau Imam At-Thabarani rahimahullah wafat 26 September 971 M di Isfahan Iran, dengan syawahid yang menguatkan keshahihannya, seperti Al-Baihaqiy dll)

3. Iblis menjerit saat diturunkannya surat al-Fatihah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : رَنَّ إِبْلِيسُ حِيْنَ أُنزِلَتْ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (wafat 678 M di Jannatul Baqi' Madinah) beliau berkata : Iblis menjerit saat turunnya surat al-Fatihah.” (HR. Abdullah bin Muhammad bin Al-Qadli Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman bin Kuwasta atau Imam Ibnu Abi Syaibah rahimahullah, wafat 2 Agustus 849 M di Kufah Irak, dgn sanad yg shahih)

Pahala Membaca Surat Al Fatihah

Setiap bacaan surat Al-Fatihah yang diamalkan, akan mendapatkan pahala. Apalagi jika dilakukan dengan rutin dalam kehidupan sehari-hari.  Bahkan, pahala yang didapatkan dari membaca Al-Fatihah, setara dgn 2/3 Al-Quran. Hal ini dinyatakan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu (619 M, Mekkah - 687 M, Tha'if), Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Surah Al-Fatihah sama dengan dua per tiga Al-Qur'an." (HR. Abu Bakar Abdullah bin Zubair bin Isa bin Usamah Al-Qurasyi Al-Asadi Al-Humaidi Al-Makki atau Abdullah bin Humaid atau Imam Al-Humaidi rahimahullah wafat 834 M di Makkah dalam kitab Musnadnya, beliau murid Imam Syafi'i).

Diriwayatkan dari Syeikhul Akbar Muhyiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi Ath-Tha'i atau Syaikh Ibnu Arabi rahimahullah (wafat 16 November 1240 M, Damaskus, Suriah) di dalam kitab ‘Qaddasallaahusirrahu, berikut rangkuman fadhillah dan keutamaan membaca Al Fatihah.

1. Mendapat pahala sepertiga Al Qu’ran

Dalam kitab ‘Qaddasallaahusirrahu, dalam riwayat Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi rahimahullah, salah satu fadhillah yang akan didapati para mukmin ketika membaca surat Al Fatihah adalah sama seperti pahala membaca sepertiga Al Qur’an. Masya Allah!

2. Mempermudah dalam memperoleh ilmu pengetahuan

Masih dalam kitab dan riwayat yg sama yakni Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi rahimahullah, amalan membaca Al Fatihah sebanyak 70x sehari, dalam keadaan berwudhu serta ditiupkan kepada air dan diminum selama tujuh hari, Insya Allah mempermudah siapapun dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Selain juga dapat mengontrol hati serta pikiran dari hal yang merusak.

3. Melindungi diri dari gangguan Syaiton saat tidur

Amalan Al Fatihah ini dibaca saat hendak tidur. Setelah itu diikuti dengan membaca surat Al Ikhlas 3x, Al Falaq 3x dan an-Nas 3x. Insya Allah selama tidur akan merasa aman dan tentram serta jauh dari gangguan Syaiton.

4. Dimakbulkannya hajat dan dilancarkan rezeki

Menurut Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi rahimahullah membaca surat Al Fatihah sebanyak 20x setiap sehabis shalat fardhu, insya Allah akan dilancarkan rezeki yang baik serta dimudahkan urusan hidupnya. Keluarganya pun akan diberi perlindungan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Selain itu, membaca surat Al Fatihah 41x saat sahur juga dapat membuka pintu rezeki yang luas.

Setengah ulama, bahkan menganjurkan untuk membaca Al Fatihah sebanyak 40 x sehabis shalat Maghrib dan sunnahnya. Dengan demikian, Insya Allah hajatnya akan terkabulkan.

Khasiat membaca surat Al Fatihah sebanyak 100 kali dalam sehari lainnya adalah akan mendapat kemudahan dalam menuntut ilmu pengetahuan.

Bila merasa gusar, galau dan was-was, ada baiknya membaca surah Al Fatihah 100 kali dalam sehari. Maka pikiran dan hati selalu terhindar dari hal-hal yang memberi akibat buruk dan dimudahkan menjaga kebaikan serta kesehatan hati dan pikiran.

Membaca surat Al Fatihah juga dapat menangkal sihir dengan membacanya 40 kali dalam sehari. Juga untuk diberi kemudahan dalam mencari nafkah serta kelapangan rezeki, dianjurkan mengamalkan surat Al Fatihah sebanyak 30x usai sholat Subuh, 25x usai sholat Dzuhur, 20x usai sholat Ashar, 15x usai sholat Maghrib dan 10x usai sholat Isya.

Do'a Surat Al-Fatihah

Pada saat hendak membaca surat Al Fatihah, tentunya umat muslim sangat dianjurkan memajatkan doa sebelum membaca al quran terlebih dahulu. Setelah selesai dari itu, umat muslim juga dianjurkan mengamalkan doa setelah membaca Al Quran.

Mengapa doa ini sangat dianjurkan, sebab dengan memanjatkan doa ini, surat yang penuh makna Al Fatihah tentu akan menjadi semakin sempurna.

Doa sesudah membaca surat Al-Fatiha, tentunya hanya dapat dibaca pada saat kita selesai mebaca surat Makkiyah ini. Namun asalkan surat yang dibaca bukan surat Al Fatihah pada saat sholat, sebab setelah Al Fatihah sholat, gerakan selanjutnya adalah membaca suratan di dalam Al-Quran.

اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَبِسِرِّ الْفَاتِحَةِ وَبِبَرَكَةِ الْفَاتِحَةِ وَبِكَرَامَةَ الْفَاتِحَةِ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ , وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ الْخَيْرِ, وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ وآخِرُ دَعْوَاهُمْ عَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

"Allohumma bi haqqil fatihahati wa bi sirril fatihati wa bi karomatil fatihati an taftaha lana kulla khoirin wa tatafadhdhola ‘alaina bi kullil khoiri wa an taj’alana min ahlil khoiri subhanakallohumma wa tahiyyatuhum fiha salam wa akhiru da’wahum anilhamdulillahi robbil ‘alamina."

"Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah, dengan rahasia Al-Fatihah, dengan kemuliaan Al-Fatihah, Engkau bukakanlah kepada kami pintu-pintu kebaikan, dan karuniakanlah kepada atas kami semua kebaikan, dan jadikanlah kami bagian dari ahli kebaikan. Maha Suci Engkau Ya Allah, dan penghormatan mereka di surga adalah salam, dan akhir doa mereka adalah alhamdulillahi robbil ‘alamin."

Bacaan Do'a Tolak Bala

Berikut ini adalah bacaan doa tolak bala dalam redaksi bahasa Arab, latin dan terjemahnya. Doa tolak bala ini dikutip dari kitab Kifayah Al-Ubbaddin atau kitab parukunan, yg memuat berbagai cara2 dan praktek pelaksanaan ibadah sehari-hari. 

اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ، وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ وَ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ  اَجْمَعِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Allohumma bihaqqil Fatihah, Wasirril fatihah, Yaa Faarijal hamma, wa Yaa kasyifal ghomma, Yaa Man li ibaadihi yaghfiru wa yarham, Yaa dafi'al bala-i Yaa Allah, wa Yaa dafi'al bala-i Ya rohman, wa Yaa dafi'al bala-i Yaa Rohiim. wa sholallohu wa sallama 'ala khoiri kholqihi sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in. Subhaana robbika robbil izzati amma yashifun. Wasalamun 'alal mursalin walhamdulillahi robbil 'alamiin."

"Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, Wahai sang pembedah kegelisahan, wahai Sang penyingkap kebingungan, Wahai dzat yang mengampuni dan mengasihi para hambanya, Wahai Sang Penolak Bala, Ya Allah. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohman. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohim. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah untuk baginda Nabi Muhammad dan para keluarga serta sahabatnya semua, Maha suci Tuhanmu, Yang Memiliki Keperkasaan (lzzah) dari apa yang mereka katakan. Keselamatan semoga dilimpahkan kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Bi Barokatil Fatihah

Kenapa sebagian Ulama/Kyai setiap doa ada menyebutkan kalimat : "Bi barokatil faatihah"nya.

Ucapan Bi barokatil Fatihah atau bi sirri asroril fatihah yang diucapkan setelah berdoa atau sebelum berdoa memang tidak ada dasarnya secara langsung. Namun, bukan berarti dilarang. Ucapan seperti itu dibolehkan sebagai bentuk tawasul pada Al-Quran kalamullah yang otomatis merupakan sifat Allah subhanahu wa ta'ala. Tawasul pada sifat Allah dibolehkan.

Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat,

Allâhumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad. 🤲

(@hiyan_elbanis) 

  • Tentang Penulis
  • youtube