أَنَّ أَصْحَابَ رَسُوْلِ الله ِ- صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ. قَالَ: «فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ؟» قَالُوْا: نَعَمْ. قَالَ: «فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ، يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ». رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ.
Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam berkata, “wahai Rasulullah, kami makan tapi tak kunjung kenyang.” Beliau bertanya, “mungkin kalian makan sendiri-sendiri?” Mereka menjawab, “iya.” Beliupun bersabda, “berkumpullah dalam makanan kalian, dan sebutlah nama Allah, niscaya makanan kalian akan mendapat keberkahan.” (HR. Abu Dawud).
Hadits lain yang mengarah pada anjuran makan talaman, diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu 'Anhu.
قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَعَامُ الْإِثْنَيْنِ كَافِي الثَّلَاثَةِ، وَطَعَامُ الثَّلَاثَةِ كاَفِي الْأَرْبَعَةِ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam bersabda, “makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR. Imam Bukhari – Imam Muslim).
Dalam acara yang dikemas sederhana namun semarak tersebut dimulai tepat setelah waktu Isya ini diawali dengan lantunan -lantunan sholawat dari Grup/Hadrah Jam'iyah Sholawat Ahmada Lamongan dengan penuh semangat, tampak warga dari mulai anak-anak, remaja orang tua ibu ibu dan bapak -bapak berduyun berdatangan ke halaman masjid untuk khidmah mengikuti acara tersebut, juga sesekali mereka serempak bersholawat bersama-sema menambah suasana kyusuk dalam memperingati hari lahir kanjeng Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam.
Acara berlangsung dipandu MC/pembawa acara oleh Ustadz Ichsan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Takmir Masjid Ustadz Rufii menyampaikan pentingnya meningkatkan warga untuk mengikuti sholat jama'ah lima waktu.
"Masjid kita ini sudah bagus ada ACnya, tinggal mengisi kegiatan meramaikan masjid yaitu saya mengajak mari kita tingkatkan sholat jama'ah," ujar Ustadz Rufi'i seraya mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantu terselenggaranya acara ini.
Selain itu Ustadz Rufii mengajak mendo'akan para muassis pejuang Masjid yang telah mendahului wafat dengan mengirim al Fatihah, semoga diampuni dilapangkan kuburnya dan dimasukkan kedalam surga-Nya.
Di tempat yang sama Kepala Dusun Ngangkrik Suhadak SH dalam sambutannya, agar warga tetap rukun menjaga kebersamaan untuk memajukan dusun yang penuh semangat dalam kegiatan keagamaan maupun yang berikatan dengan kegiatan dusun.
Sementara pengisi pengajian KH. Abdul Latief Lc, MPd selain mengupas tuntas kepada jama'ah untuk tambah tebel mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya, berikan motivasi orang tua mengajari sopan santun anak-anaknya kepada ulama/kyai juga terhadap gurunya. Selain itu Sang Kyai asal Brangsi Kecamatan Paciran alumni Ponpes Langitan yang jebolan Al Azhar Mesir ini juga mengingatkan pentingnya sholat berjama'ah, bahkan dipaparkan dalam tausyiahnya kurang sempurna apabila sholat itu tidak dengan jama'ah.
"Ayo Masjid yang bagus ini jangan dibiarkan kosong, maka isi dengan giat jama'ah ramaikan dengan dzikir, sholawat, yasinan dan baca ratib, juga semangat ibadah dalam memakmurkan masjid," ujarnya.
Dalam kesempatan itu sang Kyai juga mengijasahkan doa dengan surat al Fatihah yaitu pas baca surat al Fatihah pada lafal "Iyyaka na'budu wa iyya kanasta'in" diulang 11 kali sertakan doa permintaannya dalam hati insyaallah dikabulkan doa apa saja terkait urusan dunia dan akhiratnya. (@hyan_elbanis)


