Hidup Bukan Tentang Siapa yang Paling Sukses, Tapi Seberapa Bisa Bermanfaat Bagi Orang Lain

"Hidup tak perlu terlihat pandangan orang, cukuplah Yang Maha Melihat itu mengawasi segala perbuatanmu. Maka berbuatlah kebaikan seperti semut hitam yang berjalan diatas batu hitam di malam gelap gulita pasti kau akan temukan keajaiban dari sebuah ke-Ikhlas-an. (@hyan elbanis) 
Yasayyidiyarasulallah | Banyak orang ingin sukses menjadi yang terbaik, tapi tidak setiap orang itu bisa dengan mudah mencapainya. Bahkan untuk mendapatkan kesuksesan tidak jarang mereka pun melakukan menghalalkan segara cara. Namun tahukah terkadang orang kerap terjebak dengan bayangan pikirannya sendiri yaitu apa yang belum mampu dilakukan, sehingga seolah itu menjadi beban penghalang yang menghadirkan keraguan sampai mereka takut melangkah lebih maju berbeda dengan orang lain untuk mengembangkan potensi kemampuannya. 

Maka menjadilah terbaik di antara yang terbanyak, sebab yang terbanyak belum tentu terbaik, dengan cara menjadi diri sendiri seutuhnya dan memberikan kemanfaatan untuk orang lain adalah sebaik-baiknya manusia. 

Bukankah Rasulullah shollalahu 'alaihi menganjurkan untuk bisa berperan terbaik bermanfaat buat sesama sebagaimana sabdanya? :

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath No. 5787. Al Qudha’i, Musnad Syihab No. 129)

Berikanlah kebaikan itu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki tanpa harus menunda-nunda, karena yang terbaik adalah yang bisa kita berikan saat ini juga. Menjadikan yang sedikit lebih baik daripada menunda-nunda kebaikan yang besar. 

Menjadi manusia terbaik adalah yang paling bagus akhlaknya, beliau shallallahu 'alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul yang diutus ke dunia ini adalah menyempurnakan akhlak manusia. 

    إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

"Sesungguhnya  yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya." (HR. Bukhari No. 3559, dari Ibnu Umar, Muslim No. 2321, dari Ibnu Amr. Ini lafaz Bukhari)

Maka jagalah senantiasa akhlak kita dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai akhlak kita terdegradasi oleh gempuran godaan syahwat duniawi.

Menjadi manusia yang terbaik adalah mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam :

   خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari No. 5027, dari Utsman). 

Memang untuk menjadi yang terbaik, jalan apapun bisa ditempuh. Entah itu jalan yang benar ataupun jalan yang menyesatkan. Mulai dari yang jujur seperti berusaha meningkatkan kualitas diri tanpa jampi-jampi sampai cara hitam seperti adanya kiriman mistik santet, sihir, atau apapun itu. 

Kita lihat dari sisi positifnya, menjadi yang terbaik itu perlu usaha, perjuangan, pengorbanan dan yang utama ridha Allah Azza wa Jalla. ada yang mudah didapat hanya dengan sedikit usaha ada yang sulit didapat dan menuntut usaha yang keras. Jika didapat melalui cara-cara salah, licik, culas, curang, apa lagi menghalalkan segala cara, tidak hanya menjadikan itu sebagai perbuatan dosa, tapi jika suatu ketika terbongkar akan mencoreng kehormatan sendiri. 

Terkadang hukum masyarakat itu lebih kejam dari hukum tertulis. sedikit saja tercoreng hitam legam di wajah, _image_ seseorang akan luntur. Terlebih jika ia menjadi seorang pemimpin kemudian tidak amanah dan justru khianat, mengumbar banyak janji tapi tidak ditepati, tidak lagi ada yang mempercayainya.

Sekalipun tidak terbongkar kelicikan, keculasan dan kecurangannya di dunia saat ini, ingatlah bahwa hukum akhirat menanti.

Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Orang yang terbaik adalah orang yang sisi kebaikannya jauh lebih besar dari pada sisi keburukannya hingga orang lain merasa aman dan ntaman berada di sampingnya. Dengan kata lain orang yang terbaik adalah mereka yang di satu sisi, dapat memberikan manfaat besar kepada orang lain, di sisi lainnya, dapat mengendalikan potensi buruknya hingga banyak orang merasa aman dan tenang di dekatnya karena terhindar dari peri laku buruknya.

Orang-orang yang terbaik sesungguhnya tidak hanya dimonopoli oleh kelompok orang tertentu, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ataupun bidang-bidang tertentu, sebab substansi dari hal ini adalah tentang seberapa besar kebermanfaatan seseorang kepada orang lainnya secara nyata, sebagaimana ditegaskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa melakukan amal terbaik, menjadi yang terbaik dengan menebar kebermanfaatan kepada yang lain untuk meraih ridha-Nya. Aamiin Ya Rabb. Wallahu a'lam bi as-shawab. 

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin".

(@hyan elbanis)

  • Tentang Penulis
  • youtube