Surat ini berisi tentang petunjuk dari Allah subhanahu wata'ala tentang kesulitan atau permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat Islam, pasti akan diikuti dengan turunnya berbagai macam kemudahan yang membuat kesulitan dan permasalah tersebut menjadi lebih mudah untuk ditemukan solusinya.
Dalam surat Al-Insyirah ini terdiri dari 8 ayat. Setiap ayat surat Al-Insyirah memiliki makna yang sangat berarti bagi kehidupan seorang hamba karena bisa membangkitkan rasa yakin dan optimis walaupun sedang menghadapi berbagai macam permasalahan atau cobaan. Setelah membaca surat Al-Insyirah, pikiran dan hati menjadi lebih tenang karena percaya bahwa Allah adalah tempat seorang hamba untuk berharap.
Selain dapat membangkitkan rasa optimis ketika sedang ada suatu masalah, surat Al-Insyirah juga memiliki kandungan manfaat berupa dapat membuat hati terasa lapang ketika membacanya setiap hari. Selain itu, dengan membaca surat Al-Insyirah, maka Insya Allah pintu rezeki dapat dibukakan selebar-lebarnya.
Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menyebutkan asbabun nuzul Surat Al Insyirah khususnya ayat 6. Menurut beliau, ayat ini turun ketika kaum musyrikin menghina kefakiran kaum muslimin.
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Hasan Bashri, dia berkata, “Ketika ayat ini turun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَبْشِرُوْا أَتَاكُمُ الْيُسْرَ لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ
Ada kabar gembira. Kalian akan mendapatkan kemudahan. Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.
Menurut Ibnu Katsir, Allah melapangkan dada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah juga menjadikan syariatnya luas, lapang, toleran, lagi mudah. Tiada kesulitan dan kesempatan pada syariat-Nya.
Secara khusus, surat ini ditujukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, secara umum, memberikan banyak pelajaran kepada orang-orang beriman. Antara lain pentingnya kelapangan dada dalam melaksanakan kebaikan dan memperjuangkannya. Sehingga kita perlu memohon kepada Allah sebagaimana doa Nabi Musa 'alaihis salam yang terangkum dalam al Qur'an surat Thaha ayat 25 sebagai berikut:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku…".
Keutamaan membaca surat ini disebutkan Imam Al-Baidhawi dalam kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil atau yang lebih terkenal dengan nama Tafsir Al-Baidhawi memaparkan keutamaan membaca surat Al-Insyirah sebagai berikut,
عن النبي صلّى الله عليه وسلم: من قرأ سورة ألم نشرح فكأنما جاءني وأنا مغتم ففرج عني
Artinya: “Dari Nabi Muhammad saw. bersabda, ‘Barangsiapa membaca surat Alam Nasyrah (Al-Insyirah), maka seakan dia mendatangiku saat keadaanku sedang bersedih, kemudian ia menyenangkanku.” (Imam Nasiruddin al-Baidhawi, Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil, [Beirut, Darul Ihya': 1418 H], juz VI, hlm. 322).
Dalam Kitab Khozinatul Asror – As Sayyid Asy Syeikh Muhammad Haqqi An Naziliy, Halaman 195, Penerbit Darul Kutub Al Ilmiyyah) secara khusus dijelaskan mengenai fadhilah keutamaan membaca alam Nasyroh (Al Insyiroh) sebagai berikut:
ومن داوم على قراءتها دبر الصلوات الخمس يسرا الله أمره وفرح همه ورزقه من حيث لا يحتسب.
"Barangsiapa membaca surat alam nasyrah (Al Insyiroh) setiap habis shalat lima waktu maka Allah memudahkan urusannya dan melapangkan atau menghilangkan kesedihannya dan diberikan rizki dari jalan yang tidak di sangka-sangka."
وقال بعضهم تلاوتها تيسر الرزق وتشرح الصدر وتذهب العسر في الأمور وتصلح لمن غلب عليه الكسل في الطاعات والتعطيل في المعاش إذا داوم قراءتها.
"Sebagian Ulama’ berkata membaca surat alam nasyroh (Al Insyiroh) itu memudahkan rizki, melapangkan dada, menghilangkan kesulitan dalam segala urusan dan menghilang rasa malas dalam beribadah dan kegagalan dalam mata pencaharian."
ومن قرأها دبر كل صلاة تسع مرات فك الله عسره ويسر رزقه.
"Dan barangsiapa membaca surat alam nasyroh (Al Insyiroh) sebanyak 9 kali setiap habis shalat 5 waktu maka Allah melepas kesulitannya dan memudahkan rizqinya."
ومن قرأها دبر كل صلاة أربعين مرة سبع أيام متواليات أغناه الله تعالى بلا شك ولا شبهة .
"Dan barangsiapa membaca surat alam nasyroh (Al Insyiroh) sebanyak 40 kali setiap habis shalat 5 waktu selama 7 hari secara terus menerus, maka Allah menjadikan dia kaya."
ومن خواصها أن من تعسر عليه أمر من أمور الدنيا والآخرة فليتوضأ وليصل ركعتين ويقرأ بعد الفاتحة ما تيسر ثم يجلس مستقبلا القبلة متوجها إلى الله تعالى ويقرأها عدد حروفها ثم يسأل الله حاجته فإنها تقضى بإذن الله تعالى.
"Dari orang-orang terkemuka berkata : Barangsiapa bila punya kesulitan urusan dunia atau akhirat maka berwudhulah dan shalat sunnah dua roka’at setelah salam, menghadap qiblat dengan penuh harap kepada Allah sambil membaca surat alam nasyroh (Al Insyiroh) sebanyak hitungan hurufnya (152x) surat alam nasyroh (Al Insyiroh) tersebut kemudian berdo’a minta di kabulkan hajatnya sama Allah, insya Allah hajatnya tersebut terkabul."
ومن قرأها كل يوم وقت الضحى مائتي مرة رأى منها هذه الخواص الغريبة والأسرار العجيبة.
"Barangsiapa membaca surat alam nasyroh (Al Insyiroh) setiap pada waktu dhuha sebanyak 200 kali maka akan melihat keistimewan yang aneh dan rahasia / kelainanan yang mengherankan."
ومن قرأها لنيل كل مطلوب ولدفع كل موهوب كل يوم سبعمائة مرة أو ألف مرة مع البسملة إلى أن يحصل المقصود فلينظر الأمر كيف يكون.
"Barangsiapa yang membaca surat alam nasyroh untuk mendapatkan segala yang dicita-citakan dan menjauhi segala yang ditakutkannya, sebanyak 700 kali atau sebanyak 1.000 kali disertai dengan membaca basmallah sampai tercapainya hal yang diinginkan tersebut."
ومن خواصها من كتبها في إناء زجاج ومحاه بماء الورد وشربه زال عنه الغم والهم والفزع والرجيف
"Dan di antara keistimewaannya surat alam nashroh (Al Insyiroh) adalah yang menuliskannya dalam mangkok kaca dan menghapusnya dengan air mawar, dan dengan meminumnya, akan hilang duka, khawatir, takut dan gemetar dari dirinya."
قال بعض العلماء العارفين ان من تعسر عليه الحفظ فليكتبها كلها ويمحها ويشربها على الريق أو وقت الإفطار سبعة أيام متواليات فإنه يتيسر عليه الحفظ ببركتهـا كذا في خـواص القرآن.
Sebagian ulama yang berilmu mengatakan bahwa barangsiapa yang kesulitan menghafal hendaknya ditulis semuanya surat alam nasyroh (Al Insyiroh), dihapus (dilebur) dan diminum pada waktu perut kosong atau pada waktu berbuka puasa selama tujuh hari berturut-turut, karena akan lebih mudah baginya untuk menghafal karena hafalannya dengan berkah surat Al Qur’an (Al Insyiroh).
Berikut ini Surat Al Insyirah dalam tulisan Arab, tulisan Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia:
بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١) وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (۳) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (۸)
(Bismillahirrahmanirrahim)
"Alam nasyroh laka shodrok. Wawadlo’naa ‘angka wizrok. Alladzii angqodlo dhohrok. Warofa’naa laka dzikrok. Fa inna ma’al usri yusroo. Inna ma’al ‘usri yusroo. Fa idzaa faroghta fangshob. Wa ilaa robbika farghob"
Artinya:
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi mahyaya wa mamati, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi amutu wa yaumi ub'atsu hayya, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi kholaqtaddunya ila yaumil hisab, wa 'ala alihi washohbihi wasallam tasliman katsiro, walhamdulillahi rabbil 'alamin"
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dalam hidupku dan matiku, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad sejak hari Engkau menciptakan dunia sampai Hari Pembalasan (kiamat) dan atas keluarganya dan para sahabatnya, semoga kesejahteraan senantiasa Engkau limpahkan kepada mereka. Dan segala puji bagiMu Allah, Tuhan semesta alam". Wallahu 'a'lam bi as-showab.
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin".
(@hyan elbanis)
