Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَكَفَى بِهَا نِعْمَةً، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عََبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ صَلاةً تَختِمُ لَنَا بِهَا بِلَآ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ الصَّادِقُ الوَعدِ الأَمِيْنُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، اَمَّا بَعْدُ ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .
Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah.
Marilah senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wata'ala, dimana pun berada dan dalam keadaan apapun menjaga taqwa sampai akhir hayat: semoga kita semuanya husnul khotimah, diwafatkan oleh Allah dengan membawa Iman dan Islam. Aamiin.
Dalam kesempatan ini perkenankan khatib menyampaikan tentang Keutamaan Membaca Surat At-Takasur.
Surat at-Takasur terdiri dari 8 ayat dan 28 kata serta 120 huruf tergolong surat Makiyah disebut oleh mayoritas mufasir, namun Imam Bukhari meriwayatkan Surat ini Madaniyah.
Surat ini disebut surat At-Takatsur karena diawali dengan kata tersebut. Dalam beberapa mushaf surat ini disebut dengan surat Alhakum, dan sebagian sahabat menyebutnya dengan nama surat Al-Maqbarah. Surat ini diturunkan setelah surat Al-Kautsar.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ * حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ * كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ * ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ * كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ * لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ * ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ * ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ *
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri, kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). "
Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah
Keutamaan membaca Surat At-Takatsur, Al-Baidhawi dalam kitabnya Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil, beliau menyebutkan hadis tentang keutamaan surat At-Takasur sebagai berikut:
عن النبي صلّى الله عليه وسلم من قرأ أَلْهاكُمُ لم يحاسبه الله سبحانه وتعالى بالنعيم الذي أنعم به عليه في دار الدنيا، وأعطي من الأجر كأنما قرأ ألف آية
Artinya, "Diriwayatkan dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam, "Barang siapa membaca surat Alhakum, Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan menghisab nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, dan akan memberikan pahala seperti pahala membaca seribu ayat." (Nasiruddin As-Syirazi Al-Baidhawi, Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil, [Beirut, Darul Ihya': 1418 H], juz VI, halaman 335).
Dari riwayat hadis ini maka biasakan membaca surat at-Takasur karena kelak di hari kiamat tidak ada satu pun manusia yang luput dari hisab, yaitu akan dimintai pertanggungjawaban.
Karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika berdo'a tentang hisab yang paling ringan, mengundang tanya penasaran Sayyidah Aisyah Radhiyallah 'Anha seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim berikut ini:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ فِى بَعْضِ صَلاَتِهِ « اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا ». فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ مَا الْحِسَابُ الْيَسِيرُ قَالَ « أَنْ يَنْظُرَ فِى كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْهُ إِنَّهُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ يَا عَائِشَةُ هَلَكَ وَكُلُّ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةُ تَشُوكُهُ »
"Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anhu; “Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada sebagian shalatnya membaca, ‘Allahumma hasibni hisaban yasira.’ Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud hisab yang ringan?’ Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, ‘Dia diperlihatkan kesalahannya kemudian dia diampuni. Sesungguhnya siapa saja yang dipersulit hisabnya pada hari itu, maka dia celaka.”
Dalam tafsirnya Imam Al Qurthubi menyebutkan hadis Shahih Muslim dari Mutharrif dari ayahnya, ia berkata : "Aku menemui Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika ia membaca surat At-Takasur beliau bersabda:
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَهَلْ لَكَ يَا ابْنُ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا او تصدقت فأمضيت أكلت فافيت او نیست ،قابلیت وما سوى ذلِكَ فَذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
Artinya, "Anak Adam mengatakan: “Hartaku, hartaku! Dan apakah engkau wahai anak Adam dengan hartamu itu, melainkan apa yang engkau makan dan ia pun akan habis. Pakaian yang kamu pakai itu pun akan menjadi usang, ataupun apa yang kamu sedekahkan akan berlalu. Harta yang selain itu maka akan lenyap dan perkenankanlah ia untuk orang lain."
Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadis dari Ibnu Syihab bahwa Anas bin Malik mengabarkan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لَوْ أَن لابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ، لَأَحَبُّ أَنْ يَكُونَ لَهُ مِنْ وَادِيَانِ وَلَن يَملأ فَاهُ إِلَّا الثَّرَابَ، وَيتَوْب اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Artinya, "Jika anak Adam memiliki lembah emas, maka ia menginginkan agar ia memiliki dua lembah emas, dan sekali-kali mulutnya tidak akan puas kecuali setelah diisi tanah (mati), dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat kepadanya."
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: قَرَأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْهاكُمُ التَّكاثُرُ قَالَ: تَكَاثُرُ الْأَمْوَالِ: جَمْعُهَا مِنْ غَيْرِ حَقِّهَا، وَمَنْعُهَا مِنْ حَقِّهَا، وَشَدُّهَا فِي الْأَوْعِيَةِ
Artinya, "Ibnu Abbas berkata: "Nabi Muhammad saw membaca ayat Alhakumut takatsur", lalu bersabda: "Bermegah-megahan dalam harta adalah mengumpulkannya dengan cara yang bukan haknya, merintangi haknya, dan mengikatnya dalam bejana." (Syamsudin Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, [Mesir, Darul Kutub Al-Mishriyah: 1384 H/1964 M], juz XX, halaman 168-169).
Ma'asyiral muslimin jama'ah Sholat Jum'ah Rahimakumullah,
Az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya menyebutkan surat at-Takasur memperingatkan manusia akan ditagih untuk mempertanggungjawabkan di akhirat dari segala perbuatan yang dilakukannya selama di dunia. (Wahbah bin Musthafa Az-Zuhaili, At-Tafsirul Munir, [Damaskus, Darul Fikr: 1418 H], juz XXX, halaman 378).
Semoga kita bisa dimudahkan dalam hisabnya, sebagaimana do'a Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tersebut diatas. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
