Keutamaan Dzikir Lailahaillallah Al Malikul Haqqul Mubin, Lapangkan Rezeki Dibukanya Pintu Surga Diamankan Siksa Kubur

Dalam sebuah kesempatan mendampingi KH. Afifudin Muhajir pakar Fiqh/Wakil Rais Syuriah PBNU bersama H. Norman Fauzi Putra Soelaiman di suatu acara Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN) . (Yasayyidiyarasulallah.doc) 
Yasayyidiyarasulallah | Banyak amalan dzikir atau do'a dianjurkan baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam. Selain dzikir dan do'a itu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala juga sebagai ikhtiar dari segala usaha yang menjadikan harapan terwujudnya suatu impian. 

Berikut ini amalan bacaan dzikir yang keutamaan atau fadhilahnya sangat luar biasa, maka jangan dilewatkan untuk diamalkan.

Imam Al Baghdadi dalam kitab hadits Tarikh Baghdad meriwayatkan dari Imam Malik, Perawi Abu Nuaim meriwayatkan dari Sahabat Ali Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

Barangsiapa membaca ‘La ilaha illallah al malikul haqqul mubin’ seratus kali dalam sehari maka memperoleh jaminan aman dari kemiskinan, diselamatkan dari dahsyatnya kubur, dan terbuka untuknya pintu-pintu surga.” (HR. Abu Nuaim dalam bab Shifah al-Jannah, Al-Khatib al-Baghdadi di Tarikhnya: 12/358-359)

Mengenai kelebihan dzikir tersebut juga  disebutkan Imam Abu Bakar bin Sayyid Syatho ad-Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in.

وردت عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث صحيحة كثيرة، أمر بها بعض أصحابه لتوسعة الرزق، وقال بعض العارفين: وهي مجربة لبسط الرزق الظاهر والباطن، وهي هذه: لا إله إلا الله الملك الحق المبين، كل يوم مئة مرة. سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم، أستغفر الله، كل يوم مئة مرة. واستحسن كثير من الأشياخ أن تكون بين سنة الصبح والفريضة، فإن فاتت في ذلك فبعد صلاة الصبح وقبل طلوع الشمس، وإن فاتت في ذلك فعند الزوال. فلا ينبغي للعبد أن يخلي يومه عنها. 

Tersebut dalam banyak hadits Nabi yang sahih sebuah riwayat di mana Nabi Muhammad saw. memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamalkan bacaan ini demi melapangkan rezeki. Sebagian ‘arifin (ahli ma’rifat) mengatakan, amalan ini teruji dalam melapangkan rezeki lahir maupun batin. Bacaan yang dimaksud ialah “Laa ilaha illallah. Al-malikul haqqul mubin” setiap hari 100 kali. “Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘adhim, astaghfirullahal ‘adhim” setiap hari 100 kali. Banyak guru besar (para syech) menganggap baik melanggengkan bacaan ini saat di antara shalat sunnah Subuh dan shalat Subuh. Kalau kesempatan itu luput, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing. Bila di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari tergelincir (masuk Dhuhur). Singkatnya, kalau bisa jangan sampai setiap orang mengarungi hari-harinya tanpa bacaan ini.”

Rezeki yang dimaksud di atas mencakup rezeki lahir maupun batin. Artinya, tidak ada salahnya kalau bacaan ini diamalkan oleh para murid yang cenderung sulit menerima pelajaran atau mereka yang sulit mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Yang jelas, amalan  ini menambah pahala yang bersangkutan.

Bacaan lengkapnya sebagai berikut :

لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكَ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ×100

Laa ilaaha illallaah almalikul haqqul mubiin. Dibaca (100 x)

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ 

"Muhammadur Rasuulullah shadiqul wa'dil aamiin".

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Merajai, yang Mahabenar dan Mahanyata. (Muhammad utusan Allah, yang selalu memenuhi janjinya dan orang yang terpercaya)".

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَمَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ.

Shallallaahu ‘alayhi wa sallama fii kulli lamhatin wa nafasin ‘adada maa wasi’a ‘ilmullaah.

Semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad pada setiap detak dan tarikan napas seluas pengetahuan Allah.

Kalimat “La ilaha illallah al-malikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. InsyaAllah siapa yang melazimkan membacanya selain akan mendapat pahala yang besar juga akan memperoleh keutamaan atau fadhilahnya seperti penjelasan tersebut diatas. Semoga kita bisa istiqomah berdzikir, berdo'a dan berusaha dengan penuh keikhlasan seraya mengabulkan hajat / bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin. 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي مَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي يَوْمِ أَمُوتُ وَيَوْمِ أُبْعَثُ حَيًّا ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ  مِنْ يَوْمِ خَلَقْتَ الدُّنْيَا إِلَى يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ**

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi mahyaya wa mamati, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi amutu wa yaumi ub'atsu hayya, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi kholaqtaddunya ila yaumil hisab, wa 'ala alihi washohbihi wasallam tasliman katsiro, walhamdulillahi rabbil 'alamin"

"Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dalam hidupku dan matiku, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad sejak hari Engkau menciptakan dunia sampai Hari Pembalasan (kiamat) dan atas keluarganya dan para sahabatnya, semoga kesejahteraan senantiasa Engkau limpahkan kepada mereka. Dan segala puji bagiMu Allah, Tuhan semesta alam".

Wallahu 'a'lam bi as-showab. 

(@hyan elbanis) 

  • Tentang Penulis
  • youtube