Begini Cara Menyakiti Membuat Sedih Musuh Kita Iblis Laknatullah 'Alaihi Abadan

Yasayyidiyarasulallah | Tahukah cara menyakiti membuat sedih Iblis laknatullah?. Saat orang mengetahui (ilmu) caranya maka akan membuat ridho Allah dan Rasul-Nya, karena Iblis (laknatullah 'alaihi abadan abidin) adalah musuh-Nya yang telah memperdayai Nabi Adam 'alaihissalam dan istrinya Sayyidah Hawa.

Sehingga keduanya terusir dari surga yang berarti itu juga musuh kita (dzurriatnya Nabi Adam 'alaihissalam) , sampai akhir hayat di kandung badan harus kita lawan jangan sampai tergoda Iblis laknatullah, agar kelak di hari kiamat kita bisa seperti Nabi Adam 'alaihissalam dan istrinya kembali menempati surga yang Allah azza wa jalla janjikan. 

Dalam kitab "al-Bidayah wa al-Nihayah" jilid 2 halaman 326 tentang pendapat Imam Suhaili yang mengutip tafsir Baqi bin Makhlad al-Hafidz bahwa sepanjang sejarah iblis itu pernah menangis berteriak histeris sebanyak empat kali: saat dia dilaknat oleh Allah, saat dia diturunkan (dikeluarkan dari surga), saat dilahirkannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan saat diturunkannya surat al-Fatihah.

Abu al-Qasim as-Suhailiy (w. 581 H) di dalam kitabnya ar-Raudhu al-Anfi fi Tafsiri Sirah an-Nubuwah li Ibni Hisam sebagai berikut :

أن بقي الدين بن مخلد ذكر في تفسيره: أن إبليس لعنه الله رن أربع رنات: رنة حين لعن، ورنة حين أهبط، ورنة حين ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورنة حين نزلت فاتحة الكتاب.

“Syaikh Baqiyuddin bin Mukhlad dalam Tafsirnya menuturkan:

“Bahwa Iblis -Semoga Allah ﷻ melaknatinya- pernah menjerit dan meratap sedih sebanyak empat kali: 1. Ketika dilaknat 2. Ketika diusir (dari surga) 3. Ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan 4. Ketika diturunkan surat al-Fatihah.”

Sebagaimana disinggung Ibnu Hisam (w. 218 H) pemilik kitab asal dalam gubahan puisinya:

لِمَوْلِدِهِ قَدْ رَنَّ إِبْلِيْسُ رَنَّةً // فَسُحْقًا لَهُ مَاذَا يُفِيْدُ رَنِيْنُهْ

Kerena kelahiran Nabi ﷺ, sungguh telah membuat Iblis menjerit keras dan meratap sedih maka binasalah Iblis, apa gunanya jerit dan tangis ratapannya.

Dalam kitab al-Khashoishu al-Kubro, Al-Imam Jalaluddin as-Suyuthiy (w. 911 H) menyebutkan:

وأخرج ابن أبي حاتم في تفسيره، عن عكرمة قال : لما ولد النبي صلى الله عليه وسلم أشرقت الأرض نورة، وقال إبليس : لقد ولد الليلة ولد يفسد علينا أمرنا، فقال له جنوده: فلو ذهبت اليه فخبلته “، فلما دنا من النبي عيَ بعث الله جبرئيل فركضه ركضة فوقع بعدن.

“Dan ada riwayat dari Ibnu Hatim dari dalam Tafsirnya dari riwayat Ikrimah ra, beliau berkata: “Tatkala Nabi ﷺ dilahirkan langit menyinari bumi dengan begitu terangnya. Iblis berkata: “Di malam ini telah dilahirkan seorang anak yang akan merusak semua rencana kita (untuk menyesatkan umat manusia)”.

Lalu para punggawa Iblis berpendapat: “Bagaimana seandainya Anda pergi menemuinya, lalu Anda merusak akalnya?”.

Iblis pun menyanggupi. Saat Iblis mendekat, Allah ﷻ mengutus malaikat Jibril as dan menendangnya hingga terlempar jauh sampai ke ‘Aden Yaman”.

Dalam riwayat lain dari az-Zubir bin Bakar dan Ibnu ‘Asakir dari Ma’ruf bin Kharbudz, dalam kitab yang sama Imam as-Suyuthi meceritakan:

كان ابليس يخرق السموات السبع فلما ولد عيسى حجب من ثلاث سموات فكان يصل إلى أربع فلما ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم حجب من السبع قال: وولد يوم الاثنين حين طلع الفجر.

“Iblis sebelumnya bisa menembus langit ke tujuh, Ketika Nabi Isa as lahir, ia terhalang hanya bisa menembus langit ke empat dan ketika Rasulullah ﷺ lahir, maka Iblis tidak bisa lagi menembus langit selamanya. Ma’ruf bin Kharbudz berkata: “Nabi ﷺ dilahirkan pada hari Senin ketika terbit fajar”.

Begini Cara Membuat Sedih Sakit Iblis Laknatullah 

Iblis laknatullah bersumpah akan menyesatkan manusia dengan bala tentaranya Syetan, menggelincirkan manusia agar menghuni neraka bersamanya.

Maka sebagai insan dengan jalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kita harus waspada, jangan sampai tergoda dan waspada akan godaan Syetan karena mereka musuh yang nyata sampai hari kiamat. 

Salah satu cara yaitu dengan perbanyak baca Al Qur'an dan melakukan sesuatu yang dibenci Iblis laknatullah yakni menjaga ketaatan kita kepada Allah azza wajalla dan Rasul-Nya. 

Berikut ini suatu amalan yang membuat Iblis laknatullah meratap sedih tiada berkesudahan dan membuatnya menyumpah serapah atas kutukannya:

Dengan membaca surat Surat As-Sajdah yang merupakan surat ke-32 dalam Alquran. Surat ini terdiri dari 30 ayat dan memiliki keutamaan tersendiri jika dibaca. Jika rutin membaca surat ini setiap malam, akan terpancar cahayanya di jasad. Bahkan membuat Iblis la'natullah 'alaih menangis dan menyumpah serapah atas dirinya yang celaka dan dikutuk oleh Allah azza wa jalla. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ »

"Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila manusia membaca ayat as-Sajdah, lalu dia sujud, maka setan (Iblis) menjauh menyendiri sambil menangis, dia berkata, “Celakalah aku, manusia disuruh bersujud, lalu dia bersujud sehingga dia mendapatkan Sorga. Sedangkan aku disuruh bersujud, tetapi aku enggan, sehingga aku mendapatkan Neraka”. (HR. Muslim, no. 81/133; Ibnu Majah, no. 1052;  Ahmad, no. 9713; Ibnu Khuzaimah, no. 549; Ibnu Hibban, no. 2759).

Saat membaca surat As-Sajdah juga sebagai momen indah dalam bersujud tersebut yang tidak bisa dilakukan Iblis laknatullah, yaitu ketika Allah azza wajalla perintahkan kepada Iblis laknatullah untuk sujud kepada Nabi Adam 'alaihissalam tapi Iblis laknatullah menolak sehingga diusir dari surga-Nya. 

Momen indah saat membaca surat as-Sajdah pas baca ayat sujud tilawah kepada Allah azza wa jalla, hal ini sebagai disebutkan dalam hadisnya;

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِ القُرْآنِ بِاللَّيْلِ: «سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ»

Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha, bahwa Rosululloh ﷺ biasa membaca do’a dalam sujud Al-Qur’an (sujud tilawah) di malam hari,  “SAJADA WAJHIY LILLADZI KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWATIHI”. “Wajah-ku bersujud kepada (Alloh) yang telah menciptakan wajah-ku, dan memberikan pada wajah-ku pendengaran dan penglihatan, dengan daya-Nya dan kekuatan-Nya”. (HR. Tirmidzi, no. 580, 3425; Nasai, no. 1129; Abu Dawud, no. 1414; Ahmad, no. 25821, 24022; Ibnu Khuzaimah, no. 563)

Selain itu fadhilah lainnya membaca surat as-Sajdah dalam kitab Irsyadul ‘Ibaad ila Sabilir Rasyad, dijelaskan Aljuwini dalam tafsirnya meriwayatkan dari Aban bin Abi Ayyasy berkata:

"Ketika kami hadir wafatnya Muwwariq Al’ajali, dan ketika telah ditutup kain, kami berkata, ‘Dia telah wafat, tiba-tiba kami melihat nur (cahaya) yang memancar dari kakinya seperti itu, kemudian kami melihat cahaya nur yang lebih terang memancar dari perutnya. Kemudian ia membuka tutup kainnya itu dan bertanya kepada kami, “Apakah kalian melihat sesuatu?” Jawab kami, “Ya.” Lalu, kami ceritakan padanya semua yang kami lihat itu. Lalu, ia berkata, "Itu surat As-Sajdah yang saya baca tiap malam, sedangkan yang di atas kepala itu 14 ayat dari permulaannya, dan yang di kaki itu 14 ayat dari akhirnya, sedangkan yang di tengah itu ayat As Sajdah sendiri ia naik untuk memberikan syafaatnya bagiku, sedangkan surat Tabarak masih tetap menjagaku. Kemudian, ia mati kembali."

Dalam hadis Imam Bukhari (891) dan Muslim (880) meriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- menyebutkan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam juga membaca surat as-Sajdah dalam sholat subuh hari jum’at pada rakaat pertama sesudah Fatihah adalah surat Alif laam mim Assajadah. Dan pada rakaat kedua sesudah Fatihah adalah surah Hal Ataa alal insaan. 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ (الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ) وَ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ... 

Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- biasanya membaca pada shalat subuh di hari Jum’at surat as Sajdah dan surat al Insan”.

وللدارمي عن خالد بن معدان مرسلاً: أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: اقرؤوا المنجية، وهي: (الم * تنزيل) فإنه بلغني أن رجلاً كان يقرؤها، وما يقرأ شيئاً غيرها، وكان كثير الخطايا، فنشرت جناحها عليه، وقالت: رب اغفر له؛ فإنه كان يكثر قراءتي، فشفعها الرب فيه، وقال: اكتبوا له بكل خطيئة حسنة، وارفعوا له درجة.

Imam Al Darimi terkenal karyanya Sunan al Darimi meriwayatkan dari seorang tabi'in bernama Khalid bin Ma’dan radhiyallahu anhu berkata: “Bacalah surah Al-Munjiah (yang menyelamatkan) yaitu alif lam tanzil As-Sajdah, sebab saya mendapat keterangan bahwa ada seorang yang biasa membacanya, dan tidak membaca lain-lainnya, sedang ia banyak berdosa, tiba-tiba surah ini menghamparkan sayapnya dan berkata : Ya Rabbi ampunilah orang ini, karena ia selalu membacaku, maka Allah menerima pembelaan (syafa’at)nya, dan berfirman: Tulislah untuk hamba-Ku itu ditempat tiap dosa dengan kebaikan dan naikkan derajatnya.” (HR. Addarimi).

Dari penjelasan mengenai keutamaan membaca As-Sajdah tersebut semoga bisa istiqomah mengamalkannya, dijauhkan dari godaan Syetan, menjadi cahaya terang kelak di alam kubur dan menjauhkan dari siksa kubur dan terhindar siksaan api neraka serta dimasukkan kedalam surga-Nya: mendapatkan syafa'at Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Aamiin. Beliau bersabda:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

"Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim, no. 804).

Melalui hadis ini, Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam mendorong umatnya untuk selalu membaca Al-Qur’an dan memperbanyak membacanya. Jangan sampai lalai membaca Al-Qur’an karena tersibukkan dengan yang lainnya. Karena Allah azza wa jalla memberikan syafaat lewat Al-Qur’an pada shahibul Qur’an. Shahibul Qur’an adalah yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Perintah membaca Al-Qur’an dibaca setiap waktu dan setiap keadaan dalam keadaan (harus) suci berwudhuWallahu 'a'alam bi as-showab. 

"Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin"

(@hyan_elbanis) 

  • Tentang Penulis
  • youtube