![]() |
| Masjid Quba yang dulu pertama masjid dibangun Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wasallam. (Doc.yasayyidiyarasulallah). |
Beliau wanita bangsawan DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti khuwailid, istri pertama Rasulullah ﷺ. Ia wanita terhormat yang menyandang kemulia'an dan kelimpahan harta kekaya'an. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di sa'at menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan. Semua harta dan jiwanya dipergunakan berdakwah membantu sang suami (Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam) dalam syiar agama Islam
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasulullloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.
"Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu".
"Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya, jawab Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam."
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra Radhiyallahu 'anha dan berbisik,
Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.
Mendengar itu Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata,
Wahai Khadijah, Allah Ta'ala menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga
Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.
Saat itu Malaikat Jibril 'alaihissalam turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,
Untuk siapa kain kafan itu, ya Jibril?
Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasululloh sholallahu 'alaihi wasallam, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.
Rasulullah sholallohu 'alaihi wasallam bertanya, Kenapa, ya Jibril?
Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dipenggal dan gugur syahid tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.
Rasulullah sholallohu 'alaihi wasallam berkata di dekat jasad Khadijah,
Wahai Khadijah isteriku sayang, demi ALLAH TA'ALA, aku takkan pernah mendapatkan isteri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH TA'ALA Maha Mengetahui semua amalanmu. "Semua hartamu kau infaqkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. "Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?".
Tersedu Rasulullah mengenang istrinya tercinta semasa hidup Sayyidah Khadijah Al Kubro Radhiyallahu 'anha.
Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, "Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu."
Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Sa'at itu seluruh kekaya'an mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.
Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.
Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.
"Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?" tanya Rasulullah dengan lembut.
Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekaya'anmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku ?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.
"Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemulia'an, Kemulia'an itu telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan Rasu-lNya. Dahulu aku memiliki harta kekaya'an, Seluruh kekaya'an itupun telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya."
"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu."
"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah." Rasulullah pun tampak sedih.
"Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?"
"Aku, ya Rasulullah!" sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah.
Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdo'a kepada Allah.
"Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada sa'at orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada sa'at orang lain membuatku gelisah."
Beliau istri Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dalam suka dan duka yang patut dicontoh suri tauladan Umat Islam terutama wanita muslimah. "Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fuanha".
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wwa 'ala alihi washohbihi wa azwajihi wa dzurriyatihi wa ahli baitihi 'adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata arsyihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin.
*****
سعدنا في الدنيا * فوزنا في الأخرى
”Sa’duna Fiddunya, Fauzunaa Fil Ukhra”
"Kebahagiaan kami di Dunia
Keberuntungan kami di Akhirat"
بخديجة الكبرى * وفاطمة الزهرا * * *
”Bikhodijatal Kubro WafathimataL Zakhro”
Dengan perantara Khodijah al Kubro Dan Fathimah az Zahro
يا أهيل المعروف* والعطاء المألوف
”Yaa Uhailal Ma’ruf Wal Atooil Mauhub”
"Wahai pemilik kebaikan
Dan pemberian yang disukai"
غارة للملهوف * إنكم به أدرى * * *
”Gorotallil Malhuf Innakum bi Adraa”
"Berikanlah kepada orang yang berduka. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya"
يا أهيل المطلوب * والعطاء الموهوب
”Yaa Uhailal Ma’ruf Wal Atooil Mauhub”
Wahai pemilik kebaikan
Dan pemberian yang disukai............ 🤲🙏
