Yasayyidiyarasulallah, selamat membaca catatan lepas atau tulisan di blog ini dengan beragam topik, tentang Dirosah Islamiyah, Naskah Khutbah, Syarah Yasin Tahlil, Kumpulan Sholawat, amalan-amalan salafus sholihin dan Kajian Tafsir Tematik: sebuah cabang keilmuan dalam bidang metode/cara penafsiran hermeneutika/ulumul Qur'an, juga bidang lain yang bermanfaat bisa menjadi tambah pengetahuan pembaca. Penulis alumnus S1 Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Surabaya (sekarang UINSA) ini lahir di sebuah Desa di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Jawa Timur, pernah mengenyam mondok di salah satu Pesantren Sidoarjo, juga alumni MANSDA (Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo) jurusan bidang Agama.
Aktif di dunia jurnalistik menjadi wartawan dengan sertifikat UKW Madya dari Dewan Pers), sejak 2000 (pernah di Radar Gresik/Mojokerto Grup Jawa Pos, Harian Duta Masyarakat, Harian Bangsa, Surabaya Pagi, PSO LKBN Antara 2008) sekarang di beritakota.net juga sebagai salah satu pendiri KWG (Komunitas Wartawan Gresik).
Selain itu pernah aktif di organisasi kemahasiswaan Ketua HMJ TH (Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis) Fush IAIN Surabaya (Pemred Majalah Forma), PMII Surabaya dan PW Ansor Jawa Timur, Ta'lif wa Nashr PCNU Gresik di eranya H. Husnul Khuluq dengan KH Robbach Ma'shum (Bupati Gresik 2 Periode 2000-2010). Ketua DPW Satria Kita Pancasila Jawa Timur.
Baginya menulis itu adalah seni cara menuangkan ide atau gagasan serta tanggap rasa dengan melihat realitas sosial yang perlu menjadi discourse--obrolan- sehari-hari.
Dalam kegiatan tulis menulis punya peranan bagi kehidupan, bahkan secara khusus disinggung Al Qur'an misalnya di surat Al Qalam ayat 1 disebutkan:
نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُو
(Nūn. Wal-qalami wa mā yasṭūrūn) yang artinya: "Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan". Ayat ini didapati huruf wau qosam (Allah bersumpah) demi pena betapa pentingnya urusan pena dengan apa yang ditulisnya.
Menurut pakar Tafsir Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam Kitab "Al-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur," ketika menafsirkan ayat pertama surah al-Qalam ini beliau mengutip riwayat hadis dari Ibn Abbas, bahwa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Artinya: “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah qalam (pena), kemudian Allah berkata kepadanya, Tulislah! Pena pun menjawab, Wahai Tuhan apa yang harus aku tulis. Allah menjawab, tulislah qadar (ketentuan). Maka, sejak saat itu berlakulah ketentuan-ketentuan Allah hingga hari kiamat".
Dengan penjelasan tersebut dapat diketahui betapa pentingya pena yang berfungi sebagai alat tulis menulis sehingga Allah pun bersumpah dengannya. Menurut Ibn Katsir, kata “wa al-Qalami”, secara lahiriyah berarti demi pena yang digunakan untuk menulis. Seperti firman Allah pada Qur'an Surat (Q.S) Al-‘Alaq: 4, “Dia yang mengajarkan dengan qalam (pena)”.
Disebutkan pula dalam Tafsir Ibn Katsir bahwa kata Wa al-Qalami (demi pena) di ayat tersebut adalah sumpah (qasam) Tuhan pertama dalam Al-Qur’an yang turun tidak lama setelah lima ayat pertama dalam surat al-‘Alaq. Dalam al-Quran, secara eksplisit kata ‘qalam’, yang berarti pena disebut sebanyak tiga kali, yaitu pada Q.S. Al-‘Alaq: 4, Q.S. Al-Qalam: 1, dan Q.S. Luqman: 27.
Dalam Al-Qur’an tersirat menulis dengan pena pengertian selalu terkait pemberitaan baik yang sudah terjadi untuk menjadikan hikmah pelajaran hidup, maupun tentang sesuatu belum terjadi agar menyiapkan bekal hidup sesudah mati.
Hal ini supaya orang tidak lupa hidup ini tiada abadi, maka lakukanlah kebaikan salah satunya dengan menulis tentang sesuatu apa saja yang bermanfaat terutama saat ini era digital kecanggihan teknologi internet dan informasi bisa melalui selular (handphone).
Menulis tidak cuma terkait pengalaman pribadi melainkan juga bisa sesuatu bermanfaat bagi orang lain, seperti halnya dicontohkan para ulama terdahulu mereka gemar menulis menelorkan banyak karya.
Yaitu berupa buku-buku dan kitab-kitab yang bisa kita baca sampai hari ini dan menjadikan aset amal mereka sebagai jariyah dan akan terus mengalir pahalanya karena selain dibaca juga diambil manfaat ilmunya untuk diamal sebar sharing luaskan agar bermanfaat bagi kehidupan.
Wallahu 'a'lam bi as-showab.
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin".
(@hyan_elbanis)