Dalam mengamalkan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu tidak menyulitkan umatnya. Salah satu contoh dari sekian banyak sebuah amalan misalnya apabila orang Islam tidak mampu sedekah, karena tidak memiliki uang atau harta cukup dan hidup serba kekurangan (faqir/miskin) maka diberikan solusi atau pilihan untuk tetap bisa melakukan kebaikan, yaitu dengan sholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang pahalanya setara orang melakukan sedekah.
Dalam hadis Imam Bukhari karya Imam al- Hafidz Muhmmad bin Ismail al-Bukhari (w. 256 h) pada bab kitab al-Adab Al-Mufrad menyampaikan sebuah hadis:
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم أنه قال : أَيُّمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ صَدَقَةٌ ، فَلْيَقُلْ فِي دُعَائِهِ : ﴿اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ ، وَصَلِّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ﴾ ، فَإِنَّهَا زَكَاةٌ.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Setiap laki-laki Muslim yang tidak mampu bersedekah, maka bacalah (sholawat ini) dalam doanya:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكِ وَصَلِّ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ.
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, dan limpahkan rahmat kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, orang-orang muslim laki-laki dan perempuan.” Maka (sholawat itu) akan menjadi sedekah. (HR. Bukhari).
Berkaitan dengan hadits ini, Syaikh Muhammad Abdurra’uf al-Manawiy (w. 1031 h) dalam kitab Faidu al-Qadir Syarhu al-Jami’ ash-Shaghir mengatakan:
فاستفدنا أن الصلاة عليه تقوم مقام الصدقة لذي العسرة، وأنها سبب لبلوغ المآرب، وإفاضة المطالب؛ وقضاء الحاجات في الحياة، وبعد الممات.
“Kita mengambil kesimpulan (dari keterangan hadits ini) bahwa sholawat pada Nabi dapat menempati (menjadi ganti) sedekah pada keluarga dan sesungguh sholawat itu menjadi penyebab sampainya suatu yang diperlukan, melimpahnya suatu yang dicari, tekabulnya segala hajat (keinginan) baik di kehidupan dunia dan setelah kematian.
Menurut Syaikh Ismail Haqqi bin Musthofa al-Hanafiy al-Khalwatiy al-Barusawiy (w. 1127 h) dalam kitab Ruhu al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an menyebutkan:
من صلى هذه الصلوات كثر ماله يوما فيوما
Barang siapa bersolawat dengan Sholawat ini, maka hari demi hari akan banyak hartanya.
Maka perbanyak membaca sholawat setiap saat dalam helaan nafas, karena sholawat itu mendatangkan rahmat Allah azza wa jalla, setiap sholawat yang dibaca pasti akan sampai tiada hijab atau penghalang langsung diterima Allah azza wa jalla, hal ini keutamaan-Nya yang diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan ummatnya.
Setiap sholawat yang dibaca akan dijawab oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga orang yang melazimkan sholawat akan dikenalinya untuk mendapatkan syafa'atnya selain dengan mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam amaliyah dan ubudiyah sebagai manifestasi kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Waallahu A’lamu Bisshowab.
Semoga bermanfaat,
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallim ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin.
(@hiyan_elbanis)
