Kajian Tafsir Tematik: Keutamaan Membaca Surat Al An'am , Dido'akan 70 Ribu Malaikat dan Cespleng Berdo'a dengan Ayat 124

Yasayyidiyarasulallah | Al Qur'an adalah mukzizat diturunkan Allah Azza wa Jalla kepada kekasihnya (Habibullah) yaitu Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wasallam. Sampai hari kiamat sungguh luar biasa wahyu Allah Subhanahu wa Ta'ala ini bila orang mengetahui ilmunya untuk mengamalkan.

Berikut ini mengenai sekian banyak keutamaan membaca surat Al-An'am surat ke-6 dalam kitab suci Al-Quran. Surat ini tergolong surat Makkiyah, yang diturunkan di kota Makkah atau sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Surat ini terdiri dari 165 ayat dan masuk kategori surat Makkiyah kecuali ayat 20, 23, 91, 93, 114, 141, 151, 152, dan 153.

Menurut Tafsir Al-Maraghi banyak para pakar yang meriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in bahwa surat ini turun satu surat sekaligus. (Ahmad Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, [Mesir, Mustofa al-Halabi, 1946], juz VII, hal. 69.).

Ibnu Asyur juga menyebutkan beberapa sahabat Nabi yang menyebut surat ini dengan nama Al-An’am yaitu Umar bin Khathab, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Abas bin Malik, Jabir bin Abdullah, Asma binti Yazid Radhiyallahu 'Anhum. Ibnu Asyur mengutip hadits riwayat al-Thabarani dari Ibnu Umar sebagai berikut:

نُزِلَتْ عَلَيَّ سُوْرَةُ الأَنْعَامِ جُمْلَةً وَاحِدَةً وَشَيَّعَهَا سَبْعُوْنَ أَلْفًا مِنْ الْمَلَائِكَةِ لَهُمْ زَجْلٌ بِالتَّسْبِيْحِ وَالتَّحْمِيْدِ

Artinya: “Surat al-An’am diturunkan kepadaku dengan jumlah keseluruhan dan, diantarkan oleh 70 ribu malaikat yang mengiringi dengan suara tasbih dan tahmid”. (Muhammad Tahir bin Asyur, al-Tahrir wa al-Tanwir, [Tunisia, Maktabah Dar Tunisia, 1984], juz VII, hal. 121.).

Menurut Tahir bin Asyur mengatakan bahwa surat Al An'am ini memuat ensiklopedi kesesatan masyarakat Arab pra-Islam atau era jahiliyah. Bahkan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu mengatakan sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Sahihnya sebagai berikut:

إِذَا سَرَّكَ أَنْ تَعْلَمَ جَهْلَ العَرَبِ فَاقْرَأْ مَا فَوْقَ الثَّلَاثِيْنَ وَمِائَةٍ مِنْ سُوْرَةِ الأَنْعَامِ

Artinya: “Jika kamu ingin berbahagian dengan mengetahui kebodohan masyarakat Arab maka bacalah surat al-An’am ayat di atas 130”. (Muhammad Tahir bin Asyur, al-Tahrir wa al-Tanwir, [Tunisia, Maktabah Dar Tunisia, 1984], juz VII, hal. 125.). 

Selain itu dalam surah al-An’am juga terdapat do’a iftitah, yaitu salah satu do’a bacaan sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat al-fatihah. Dalam membaca do’a iftitah dianjurkan atau disunnahkan membaca dengan suara lirih atau tidak lantang, do’a iftitah tersebut sebagian terdapat dalam ayat 79 dan 163 pada surat al-an’am.

Diriwayat­kan pula melalui jalur bersumber dari Ibnu Mas'ud.

قَالَ الْحَاكِمُ فِي مُسْتَدْرَكِهِ: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ الْحَافِظُ، وَأَبُو الْفَضْلِ الْحَسَنِ بْنُ يَعْقُوبَ الْعَدْلُ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ الْعَبْدِيُّ، أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْن، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّدِّي، حَدَّثَنَا مُحَمَّدِ بْنِ المُنْكَدِر، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ الْأَنْعَامِ سَبّح رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: " لَقَدْ   شَيَّعَ هَذِهِ السُّورَةَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مَا سَدَّ الْأُفُقَ

"Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Muhammad ibnu Ya'qub Al-Hafiz dan Abul Fadl, yaitu Al-Hasan ibnu Ya'qub Al-Adi; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Wahhab Al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Aun, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdur Rahman As-Saddi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir yang mengatakan bahwa ketika surat Al-An'am diturunkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca tasbih, kemudian bersabda: Sesungguhnya surat ini diiringi oleh para malaikat (yang jumlahnya) menutupi cakrawala langit. Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Imam Muslim".

وَقَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ مَرْدُوَيه: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دُرُسْتُويه الْفَارِسِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ طَلْحَةَ الرَّقَاشِيُّ، عَنْ نَافِعِ بْنِ مَالِكٍ أَبِي سُهَيْلٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " نَزَلَتْ سُورَةُ الْأَنْعَامِ مَعَهَا مَوْكِبٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ، سَد مَا بَيْنَ الخَافِقَين لَهُمْ زَجَل بِالتَّسْبِيحِ وَالْأَرْضُ بِهِمْ تَرْتَجّ "، وَرَسُولُ اللَّهِ [صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ] يَقُولُ: " سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

 "Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Durustuwaih Al-Farisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Salim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Talhah Ar-Raqqasyi, dari Nafi’ ibnu Malik ibnu Abu Suhail, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:  Surat Al-Anam diturunkan dengan diiringi oleh sejumlah malaikat yang banyaknya menutupi semua yang ada di cakrawala timur dan barat. Suara gemuruh tasbih mereka terdengar, dan bumi bergetar karenanya. Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri mengucapkan: Mahasuci Allah Yang Mahaagung, Mahasuci Allah Yang Maha-agung".

ثُمَّ رَوَى ابْنُ مَرْدُوَيه عَنِ الطَّبَرَانِيِّ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَائِلَةَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَطِيَّةَ، عَنِ ابْنِ عَوْن، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: " نَزَلَتْ عَلَيّ سُورَةُ الْأَنْعَامِ جُمْلَةً وَاحِدَةً، وشَيَّعَها سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلَائِكَةِ، لَهُمْ زَجَلٌ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّحْمِيدِ

 "Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Imam Tabrani, dari Ibrahim Ibnu Nailah, dari Ismail ibnu Umar, dari Yusuf ibnu Atiyyah, dari Ibnu Aun, dari Nafi', dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: Surat Al-An’am diturunkan kepadaku sekaligus, dan diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat, dari mereka terdengar suara gemuruh karena bacaan tasbih dan tahmid".

Membaca Tiga Ayat Dido'akan 70 Ribu Malaikat

Keutamaan tiga ayat pertama dari Surah Al An'am ini diriwayatkan oleh Sayyidina Jabir, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan juga diterangkan di Kitab Wasit oleh Imam Wahidi, yaitu ''Barang siapa yang membaca satu kali saja setiap pagi atau satu kali pagi saja, maka Allah akan mengutus 70 ribu malaikat untuk menjaganya dan Allah juga mengutus 70 ribu malaikat untuk mencatat amal kebaikannya tanpa putus hingga hari kiamat'."

Disebutkan juga dalam buku Rahasia Keutamaan Surat Alquran, Muhammad Zaairul Haq berkata, "Salah satu keutamaan mengamalkan surat Al-An'am adalah akan dido'akan oleh 70 ribu malaikat yang sesikitpun tidak pernah berbuat dosa dan maksiat kepada Allah."

Menurutnya, umat Islam bisa membaca tiga ayat pertama dalam surat Al-An'am ketika masuk waktu Subuh. Tentu tujuannya agar mendapatkan perlindungan dari Allah dan mendapatkan pengakuan sebagai hamba-Nya kelak di Hari Kiamat.

Berikut tiga ayat pertama dalam Surat Al-An'am

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ(1) هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضٰٓى اَجَلًا ۗوَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ ثُمَّ اَنْتُمْ تَمْتَرُوْنَ (2) وَهُوَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَفِى الْاَرْضِۗ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُوْنَ (3)

Jika mengetahui keutamaannya niscaya tidak ada orang yang mau meninggalkannya. Abi Abdullah berkata, "Sesungguhnya surat Al-An'am turun dalam satu jumlah, 70.000 malaikat mengiringinya ketika diturunkan kepada Rasulullah, lalu mereka mengagungkan dan memuliakannya. Karena sesungguhnya asma Allah yang suci berada di dalamnya, di tujuh puluh tempat. Dan seandainya orang-orang mengetahui keutamaan dalam membacanya, maka mereka tidak akan meninggalkannya." (Tafsirul Burhan, Juz 3: 201).

Berdo'a dengan Surat Al-An’am Ayat 124

Sebagian dari ulama mengamalkan ayat 124 sebagai media untuk berdo'a apabila mempunyai hajat, ayat ini sangat unik dan satu-satunya dalam al Qur'an yang dua lafadz tertulis "Allah (ٱللَّهُ) berjajar berdampingan dan tidak ditemukan pada ayat lainnya di dalam surah Al Qur'an sebagaimana berikut ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ قَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَمْكُرُونَ

Cara mengamalkannya ayat tersebut sebagai do'a berikut ini:

Saat membaca ayat tersebut dibaca maka berhentilah ketika sampai pada lafadz Allah seperti berikut ini:

وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ قَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ
Berhenti,
Beberapa saat kemudian sebutkan apa hajatnya apa permohonan yang diminta kepada Allah sebutkan dalam hati atau bisa diucapkannya dengan penuh khusyuk berdo'a kepada meminta agar dikabulkan*Allah Azza wa Jalla*,

Setelah selesai berdo'a kemudian dilanjutkan pembacaan ayat tersebut sampai selesai.

ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَمْكُرُونَ

Rampung membaca bisa ditutup dengan bacaan sholawat: *Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad bi 'adadi kholqihi wa midada kalimatihi*, kemudian diakhiri Al Fatihah.

Sebelum membaca ayat tersebut diusahakan dalam keadaan berwudhu, bisa dibaca setiap saat baca Al Qur'an juga bisa sesudah sholat hajat dua rakaat atau dibaca setiap selepas sholat lima waktu, tahajud/dhuha.

Dalam pembacaan doa dengan media ayat tersebut bila sudah selesai maka bisa diulang -ulang dibaca sebanyak-banyaknya dengan bilangan jumlah ganjil, bisa 3x, bisa 7x, atau 9x tapi semakin banyak dibaca Insya Allah semakin hasil maksud/qobul.

Fadhilah Membiasakan Membaca / Menjadikan Wirid Ayat 103 Surat Al An'am:

لَا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

Banyak manfaat kalau mau mengamalkan membiasakan membaca menjadikan wirid ayat tersebut. Menurut Rais Aam PCNU Mojokerto KH Husein Ilyas (Pondok Pesantren Al Misbar Karangnongko, Mojokerto) seperti ditulis kompassantri.or.id, beliau menyebutkan semua surat dalam Al Qur'an itu ada hatinya dan hati dari surat al An'am ada di ayat 103. Beliau katakan Apabila dibaca 300 kali setiap hari dijamin kalau meninggal seperti orang yang hafal al Qur'an jasadnya tidak rusak kain kafannya tetap baru. Dalam pembacaan amalan ini tidak ditarget sehari harus 300 kali, juga bisa seminggu sekali, bisa sebulan sekali, juga bisa setahun sekali bahkan seumur hidup sekali juga diperbolehkan.

Maka dengan demikian sebaiknya dibaca ayat ini sebanyak-banyaknya setiap saat, terutama selepas sholat lima waktu dengan ikhlas hanya karena Allah Azza wa Jalla semata. Ayat ini juga sering dipakai sebagai perisai atau perlindungan diri dari gangguan-gangguan non-materi, seperti jin dan iblis yang akan menggoda. Ayat ini juga dipakai untuk rukyah. Akan senantiasa memancarkan cahaya kebaikan dalam dirinya. Diberikan penglihatan mata batin, sehingga dimudahkan menjaga diri dari perbuatan negatif. Wallahu 'a'lam bisshowab.

Semoga bermanfaat, 

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wa sallim ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi".

(@hiyan_elbanis) 

  • Tentang Penulis
  • youtube