Kajian Tafsir Tematik: Keutamaan Membaca Tiga Ayat Terakhir Surat Al Hasyr, Dijaga 70 Ribu Malaikat dan Mati Sahid

Yasayyidiyarasulallah | Al Qur'an adalah mukzizat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam sampai akhir zaman. Banyak fadhilah atau keutamaan membacanya, selain mendapatkan pahala per huruf juga kandungan hikmah mengaji dan mempelajarinya bisa menunjukkan ke jalan yang benar dan sebagai bekal sesudah kematian. 

Berikut ini salah satu manfaat membaca tiga ayat terakhir dalam surat al Hasyr sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir juga dalam Kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an karya Imam Al Suyuthi. 

Surah Al-Hasyr adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.

Penyusun Tafsir Ibnu Katsir bernama lengkap Al-Hafizh al-Muhaddits Imaduddin Abul Fida' Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i atau Imam Ibnu Katsir rahimahullah (1301 - 1373 M, Damaskus, Suriah)  dalam tafsirnya At-Tafsiir Al-Quran al-'Adhiim, meriwayatkan:

"Rasulullah salallahu alaihi wassalam bersabda, “Barang siapa ketika pagi hari membaca sebanyak tiga kali:

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

(a’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiim),

Kemudian membaca tiga ayat terakhir dari Surah Al-Hasr, Allah subhanahu wa ta'ala, mengutus untuknya 70.000 Malaikat yang mendoakan selamat kepadanya sampai sore hari, dan apabila ia meninggal dunia pada hari itu, maka matinya syahid”.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ -يَعْنِي: ابْنَ طَهْمَان، أبو العلاء الخَفَّاف-حدثنا نافع ابن أَبِي نَافِعٍ، عَنْ مَعقِل بْنِ يَسَارٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "من قَالَ حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، ثُمَّ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ، وَكَّل اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ مَاتَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ مَاتَ شَهِيدًا، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي كَانَ بِتِلْكَ الْمَنْزِلَةِ

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Khalid (yakni Ibnu Tahman alias Abul Ala Al-Khaffaf) rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Nafi ibnu Abu Nafi' rahimahullah dari Maqal ibnu Yasar rahimahullah, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam yang telah bersabda:

"Barang siapa mengucapkan doa ini di waktu pagi hari sebanyak tiga kali, yaitu: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yg terkutuk," kemudian membaca pula tiga ayat dari akhir surat Al-Hasyr, maka Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada tujuh puluh ribu malaikat untuk memohonkan ampunan baginya, hingga petang hari. Dan jika ia mati di hari itu, maka ia mati sebagai mati syahid. Dan barang siapa yang mengucapkannya di kala petang hari, maka ia beroleh kedudukan yang seperti itu. (HR. Imam Tirmidzi)

(Kitab Tafsir Ibnu Katsir Bab 21 Jus 8)

Tiga ayat terakhir Surat Al-Hasyr sebagai berikut :

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi atau Imam An-Nawawi rahimahullah (1233 - 10 Desember 1277 M, Nawa, Suriah) di dalam kitabnya Al-Adzkar An-Nawawiyyah menyebutkan:

قال العلماءُ من المحدّثين والفقهاء وغيرهم‏:‏ يجوز ويُستحبّ العمل في الفضائل والترغيب والترهيب بالحديث الضعيف ما لم يكن موضوعاً‏ ‏، وأما الأحكام كالحلال والحرام والبيع والنكاح والطلاق وغير ذلك فلا يُعمل فيها إلا بالحديث الصحيح أو الحسن

Artinya: Para ulama ahli hadits dan ahli fiqih dan yang lain menyatakan bahwa boleh dan sunnah mengamalkan hadits dha'if, untuk fadhail a’mal dan motivasi selagi bukan hadits maudhu’ (palsu). Adapun yg terkait masalah hukum seperti halal, haram, jual beli, nikah, talak, maka tidak boleh memakai dasar hadits, kecuali hadits shahih dan hasan.

Asbabun Nuzul Turunnya Surat Al Hasyr

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menyebutkan sebelum dikodifikasi dalam bentuk mushaf, surat itu dinamakan surat Bani Nadir.

Dijelaskan dalam Tafsir al-Munir oleh Wahbah az-Zuhaili, Sa’id bin Mansur, bahwa Imam Bukhari, dan Muslim meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair yang menanyakan kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu tentang surah Al Hasyr. Lalu ia berkata bahwa surah Al Hasyr diturunkan menyangkut bani Nadhir. Ada riwayat lain yang menamakan surah ini surah Bani Nadhir.

Surat Al Hasyr ini berisi tentang perbuatan makar orang-orang Yahuid Bani Nadir terhadap orang beriman. Mereka mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Surat tersebut berisi juga tentang balasan bagi mereka yang mengingkari kebenaran Alquran. 

Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir yaitu turunnya surat Al-Hasyr yang menceritakan tentang pengusiran Yahudi Bani Nadhir dari Madinah oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat dari Madinah, karena Yahudi Bani Nadhir telah melanggar perjanjian dan kesalahan paling fatal yang meraka lakukan adalah percobaan pembunuhan yang mereka rencanakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menemui mereka dengan baik-baik tetapi dibalas dengan niat jahat mereka tersebut. 

Keutamaan lainnya membaca surah Al Hasyr ayat 21-24 adalah akan terhindar dari gangguan setan. Hal ini diterangkan dalam sebuah riwayat yang menyebut bahwa sahabat Rasulullah ﷺ, Abu Ayyub radhiyallahu 'anhu, pernah berkata kepada jin,

“Maukah engkau memberi tahu kami surat yang paling utama untuk melindungi diri dari gangguan jin?”

Kemudian jin itu pun menjawab, “Doa paling utama yang dapat melindungi kalian dari gangguan kami yakni beberapa surat dalam Al Quran. Salah satunya yakni surat Al Hasyr ayat terakhir.” (HR Ibnu Marduwaih). 

Keutamaan terlindungi dari gangguan setan ini turut disebutkan dalam buku Halal-Haram Ruqyah karya Musdar Bustamam Tambusai. Menurut riwayat dari Ali Hasan bin Ali yang disebutkan Al Hafiz Abu Musa berkata,

“Aku menjamin orang yang membaca dua puluh ayat berikut ini bahwa ia akan dijaga oleh Allah Ta’ala dari setiap setan yang zalim, dari setiap setan yang jahat, dari setiap serigala yang ganas, dan dari setiap pencuri yang melampaui batas.”

Mari kita merutinkan amalan ini yaitu membaca di pagi hari dan sore hari, agar senantiasa kita dalam penjagaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena hakekat manusia tiada dan berkekuatan selain dari Allah Azza wa Jalla. .

Semoga bermanfaat.

"Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallim ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi".

(@hiyan_elbanis) 



  • Tentang Penulis
  • youtube