Beliau diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai Nabi dan Rasul terakhir, selain untuk menyempurnakan akhlak manusia juga memberikan contoh dalam beribadah kepada Allah rabbul 'alamin, maka setiap ucapan dan perbuatan serta amal beliau mempunyai nilai ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Berikut ini yang beliau Nabi shollallahu 'alaihi wasallam contohkan/sunnahkan saat menjelang tidur agar umatnya terhubung (beribadah) dengan Allah azza wa jalla, yaitu melalui membaca Al Qur'an. Beliau mempunyai kebiasaan tidak tidur sebelum membaca surat Al-Mulk (الۡمُلۡكُ) dan As-Sajdah ( السّجدة ) .
Surat Al-Mulk termasuk surat-surat Al-Qur'an yang biasa dibaca baginda Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam pada malam hari. Surat ini memiliki fadhilah sangat dahsyat dapat menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur.
Selain dianjurkan dibaca setiap malam sebelum tidur, ada baiknya kita tadabburi kandungan surat ini. Surat ke-67 ini terdiri atas 30 ayat diturunkan sesudah Surat Ath-Thuur. Nama Al-Mulk diambil dari kata Al-Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya kerajaan atau kekuasaan.
Surat ini dinamai juga dengan "Surat Tabaarak" (Maha Suci). Keutamaan surat ini dapat memberi syafa'at bagi pembacanya, penghalang dari siksa kubur dan menjadi sebab seseorang dikeluarkan dari neraka.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir (Abu Al-Fida Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau’ bin Katsir bin Zara’ Al-Qurasyi Al-Bashri, lahir tahun 701 H- wafat tahun 724 H) menukil hadis bersumber dari Imam An-Nasa’i meriwayatkan fadhilah atau keutamaan membaca surat al Mulk:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ تَبْرَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ ... كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللَّهُ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
"Artinya: dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud Ra berkata, Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasalam bersabda, "Siapa saja yang membaca Surah al-Mulk setiap malam, Allah akan melindunginya dari siksa kubur." (HR An-Nasa'i)
عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ: المَ تَنْزِيلُ وَتَبَرَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya: dari Sahabat Jabir berkata: “Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam biasa tidak tidur sehingga membaca Surat as-Sajdah dan al-Mulk terlebih dahulu.” (HR At-Tirmidzi, An-nasa’i, Ahmad dan Al-Hakim).
ِوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مِنَ القُرْآنِ سُوْرَةٌ ثَلاَثُوْنَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ : تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ المُلْكُ . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ
Artinya: dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara Alquran terdapat satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat yang dapat memberi syafaat kepada seseorang sehingga ia diampuni, yaitu Tabarokalladi bi yadihil mulk (Surah al-Mulk).” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Disebutkan juga di riwayat hadis ini dengan lafadz:
وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة
"Dalam riwayat hadis lainnya disebutkan maka dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga (yang membiasakan istiqomah membaca surat al Mulk)".
من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة منعه الله عز وجل بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها المانعة، وإنها في كتاب الله عز وجل، سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب . رواها النسائي
"Siapa yang membaca Tabarokalladzi bi yadihil mulk (Surat Al-Mulk) setiap malam, maka Allah SWT akan menyelamatkannya dari siksa kubur. Kami (para sahabat Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam) di masa Rasulullah SAW menamakan surat tersebut 'Al Maani'ah' (penyelamat dari siksa kubur). Ini adalah surat dalam Alquran yang siapapun yang membacanya pada setiap malam, maka ia telah berbuat kebaikan dan memperbanyaknya." (HR An Nasa'i).
Keutamaan Surat As-Sajdah ( السّجدة )
Membaca surat Surat As-Sajdah yang merupakan surat ke-32 dalam Alquran. Surat ini terdiri dari 30 ayat dan memiliki keutamaan tersendiri jika dibaca. Jika rutin membaca surat ini setiap malam, akan terpancar cahayanya di jasad. Bahkan membuat Iblis la'natullah 'alaih menangis dan menyumpah serapah atas dirinya yang celaka dan dikutuk oleh Allah azza wa jalla.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ »
"Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila manusia membaca ayat as-Sajdah, lalu dia sujud, maka setan (Iblis) menjauh menyendiri sambil menangis, dia berkata, “Celakalah aku, manusia disuruh bersujud, lalu dia bersujud sehingga dia mendapatkan Sorga. Sedangkan aku disuruh bersujud, tetapi aku enggan, sehingga aku mendapatkan Neraka”. (HR. Muslim, no. 81/133; Ibnu Majah, no. 1052; Ahmad, no. 9713; Ibnu Khuzaimah, no. 549; Ibnu Hibban, no. 2759).
Selain itu dalam kitab Irsyadul ‘Ibaad ila Sabilir Rasyad, dijelaskan Aljuwini dalam tafsirnya meriwayatkan dari Aban bin Abi Ayyasy berkata:
"Ketika kami hadir wafatnya Muwwariq Al’ajali, dan ketika telah ditutup kain, kami berkata, ‘Dia telah wafat, tiba-tiba kami melihat nur (cahaya) yang memancar dari kakinya seperti itu, kemudian kami melihat cahaya nur yang lebih terang memancar dari perutnya. Kemudian ia membuka tutup kainnya itu dan bertanya kepada kami, “Apakah kalian melihat sesuatu?” Jawab kami, “Ya.” Lalu, kami ceritakan padanya semua yang kami lihat itu. Lalu, ia berkata, "Itu surat As-Sajdah yang saya baca tiap malam, sedangkan yang di atas kepala itu 14 ayat dari permulaannya, dan yang di kaki itu 14 ayat dari akhirnya, sedangkan yang di tengah itu ayat As Sajdah sendiri ia naik untuk memberikan syafaatnya bagiku, sedangkan surat Tabarak masih tetap menjagaku. Kemudian, ia mati kembali."
Saat membaca surat As-Sajdah juga sebagai momen indah dalam bersujud tilawah kepada Allah azza wa jalla, hal ini sebagai disebutkan dalam hadisnya;
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِ القُرْآنِ بِاللَّيْلِ: «سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ»
Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha, bahwa Rosululloh ﷺ biasa membaca do’a dalam sujud Al-Qur’an (sujud tilawah) di malam hari, “SAJADA WAJHIY LILLADZI KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWATIHI”. “Wajah-ku bersujud kepada (Alloh) yang telah menciptakan wajah-ku, dan memberikan pada wajah-ku pendengaran dan penglihatan, dengan daya-Nya dan kekuatan-Nya”. (HR. Tirmidzi, no. 580, 3425; Nasai, no. 1129; Abu Dawud, no. 1414; Ahmad, no. 25821, 24022; Ibnu Khuzaimah, no. 563)
Dalam hadis Imam Bukhari (891) dan Muslim (880) meriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- menyebutkan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam juga membaca surat as-Sajdah dalam sholat subuh hari jum’at pada rakaat pertama sesudah Fatihah adalah surat Alif laam mim Assajadah. Dan pada rakaat kedua sesudah Fatihah adalah surah Hal Ataa alal insaan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ (الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ) وَ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ...
“Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- biasanya membaca pada shalat subuh di hari Jum’at surat as Sajdah dan surat al Insan”.
وللدارمي عن خالد بن معدان مرسلاً: أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: اقرؤوا المنجية، وهي: (الم * تنزيل) فإنه بلغني أن رجلاً كان يقرؤها، وما يقرأ شيئاً غيرها، وكان كثير الخطايا، فنشرت جناحها عليه، وقالت: رب اغفر له؛ فإنه كان يكثر قراءتي، فشفعها الرب فيه، وقال: اكتبوا له بكل خطيئة حسنة، وارفعوا له درجة.
Imam Al Darimi terkenal karyanya Sunan al Darimi meriwayatkan dari seorang tabi'in bernama Khalid bin Ma’dan radhiyallahu anhu berkata: “Bacalah surah Al-Munjiah (yang menyelamatkan) yaitu alif lam tanzil As-Sajdah, sebab saya mendapat keterangan bahwa ada seorang yang biasa membacanya, dan tidak membaca lain-lainnya, sedang ia banyak berdosa, tiba-tiba surah ini menghamparkan sayapnya dan berkata : Ya Rabbi ampunilah orang ini, karena ia selalu membacaku, maka Allah menerima pembelaan (syafa’at)nya, dan berfirman: Tulislah untuk hamba-Ku itu ditempat tiap dosa dengan kebaikan dan naikkan derajatnya.” (HR. Addarimi).
Dari penjelasan mengenai keutamaan membaca surat Al Mulk dan As-Sajdah tersebut semoga bisa istiqomah mengamalkannya, menjadi cahaya terang kelak di alam kubur dan menjauhkan dari siksa kubur dan terhindar siksaan api neraka serta dimasukkan kedalam surga-Nya: mendapatkan syafa'at Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Aamiin. Beliau bersabda:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
"Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim, no. 804).
Melalui hadis ini, Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam mendorong umatnya untuk selalu membaca Al-Qur’an dan memperbanyak membacanya. Jangan sampai lalai membaca Al-Qur’an karena tersibukkan dengan yang lainnya. Karena Allah azza wa jalla memberikan syafaat lewat Al-Qur’an pada shahibul Qur’an. Shahibul Qur’an adalah yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Perintah membaca Al-Qur’an dibaca setiap waktu dan setiap keadaan dalam keadaan (harus) suci berwudhu. Wallahu 'a'alam bi as-showab.
"Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin"
(@hyan_elbanis)
