Sholawat (Hayat) Kehidupan, Nuron Qolbi

Yasayyidiyarasulallah | Kisah menarik yang perlu kita ambil hikmahnya dari Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahi 'Anha, beliau berkata “Pada suatu malam, di saat waktu sahur saya menjahit sebuah pakaian, namun ketika itu lampu kamarku mati, maka jatuhlah jarum tusukku. 
Kemudian datanglah Rasulullah ﷺ dan teranglah seluruh ruangan kamarku dengan cahaya di wajahnya. Dan aku pun dapat menemukan jarum tusukku yang terjatuh tadi. Kemudian aku bertanya kepada baginda Nabi ﷺ “Ya RasulAllah! Apa yang membuat wajahmu dapat bercahaya?”.

Rasulullah ﷺ pun menjawab:

يَا عَائِشَةُ، الْوَيْلُ ثُمَّ الْوَيْلُ لِمَنْ حُرِّمَ النَّظَرَ إِلَى هٰذَا الْوَجْهِ. مَا مِنْ مُؤْمِنٍ وَلَا كَافِرٍ إِلَّا وَيَشْتَهِي أَنْ يَنْظُرَ إِلَى وَجْهِي

"Wahai Aisyah, celaka, celaka, bagi orang yang dihalangi memandang wajah ini. Tidaklah seorang mukmin atau pun seorang kafir, melainkan ia mendambakan untuk melihat wajahku.”

Kemudian aku bertanya lagi “Siapakah orang yang tidak dapat melihat wajahmu wahai Rasul Allah?” kemudian Rasululloh ﷺ menjawab “Mereka adalah orang-orang yang bakhil.” Aku pun menimpali.

“Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang bakhil itu Ya Rasul?” Rasulullah ﷺ menjawab : 

الْبخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ، فَلَم يُصَلِّ علَيَّ . (رواهُ الترمذي حديثٌ حسنٌ صح)

Yaitu orang-orang yang apabila disebut namaku di hadapannya, mereka tidak membalasnya dengan membaca shalawat kepadaku.” (Hadis Imam Tirmidzi, hasan shohih). 

Kisah ini diriwayatkan oleh ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus, Abu Nu’aim dalam Dalâ’il an-Nubuwah, Ibnu Asakir dalam Târikh Dimasyqâ, juga beberapa kitab lain. Kisah yang mirip juga diceritkan oleh Syekh Zainuddin al-Malibari di dalam Irsyâdul-Ibâd, dikutip dari Syaraful-Mushthafâ karya Abu Sa’id al-Kharkusyi.

Kemungkinan besar, hadis inilah yang menginspirasi qasidah Syekh Muhammad bin Qamaruddin al-Majdzub sufi asal Sudan yang cukup lama tinggal di Madinah. Beliau wafat pada tahun 1247 H yang di antara isinya:

كُلُّ بَيتٍ أنتَ ساكِنُهُ ... غَيرُ مُحتاجٍ إِلَى السُّرُجِ

Rumah manapun yang engkau tinggal di sana… takkan butuh lagi kepada lentera.”

"Assalamu'alaika Ya Rasulallah.. Assalamu'alaika Ya Nabiyallah.. Assalamu'alaika Ya Habiballah...Fasalamun laka min ashabil yamin".

Sholawat menjadi kunci bahkan jika seseorang berdo'a namun dalam rangkaian do'anya tidak dimulai dengan tahmid (memuji Allah) dan shalawat kepada Nabi, maka oleh Nabi orang itu disebut terburu-buru dalam berdoa. Dan dalam riwayat lain doanya tidak akan sampai kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadis Imam Ahmad:

عَنْ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ الْجَنْبِيِّ حَدَّثَنِي أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ وَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ وَلِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ (رواه احمد)

"Dari ‘Amru bin Malik Al-Janbi telah menceritakan kepadaku, ia mendengar Fadlalah Al-Anshari, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  mendengar seseorang berdoa sementara itu ia tidak menyebut Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Ia terburu-buru.” Beliau lalu memanggilnya, setelah itu beliau bersabda kepadanya dan yang lain: “Bila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah dimulai dengan memuja dan memuji Allah kemudian hendaklah membaca shalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, setelah itu silakan berdoa sekehendaknya.” (HR. Ahmad). 

Berikut contoh bacaan shalawat atas Nabi Muhammad ﷺ yang apabila dibaca setiap saat Insya Allah semoga rahmat-Nya dan ampunan-Nya akan senantiasa dilimpahkan kepada pembacanya, baik ketika masih hidup atau pun sesudah kematian dalam keadaan tetap bersholawat kepada beliau Nabi ﷺ yang welas asih penyayang kepada umatnya. 

Sholawat Hayat - kehidupan - keabadian. Semoga Allah azza wa jalla menjadikan bagi siapa saja yang berkenan membaca Sholawat sighot ini, walaupun sekali (baik saat masih hidup atau pun sesudah kematian) akan tetap dalam keadaan bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam. 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي مَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي يَوْمِ أَمُوتُ وَيَوْمِ أُبْعَثُ حَيًّا ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ  مِنْ يَوْمِ خَلَقْتَ الدُّنْيَا إِلَى يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ**

Bismillahirrahmanirrahim

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi mahyaya wa mamati, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi amutu wa yaumi ub'atsu hayya, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi kholaqtaddunya ila yaumil hisab, wa 'ala alihi washohbihi wasallam tasliman katsiro, walhamdulillahi rabbil 'alamin"

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dalam hidupku dan matiku, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad sejak hari Engkau menciptakan dunia sampai Hari Pembalasan (kiamat) dan atas keluarganya dan para sahabatnya, semoga kesejahteraan senantiasa Engkau limpahkan kepada mereka. Dan segala puji bagiMu Allah, Tuhan semesta alam".

Wallahu 'a'lam bi as-showab. 

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin" 

Sholawat Nuron Qolbi. 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَجْعَلُنِي بِهَا نُورًا فِي قَلْبِي، وَوَقَارًا فِي وَجْهِي، وَحُبًّا فِي قُلُوبِ النَّاسِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin sholatan taj'aluna biha nuron fi qolbi wa waqoron fi wajhi wa hubba fi qulubinnas wa 'ala lihi wa shohbihi wa wasallm. 

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad dengan shalawat yang dapat menjadikan diriku cahaya di hatiku, kemuliaan di wajahku, dan kecintaan di hati manusia, dan melimpahkan keberkahan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta melimpahkan kedamaian kepada mereka

Wallahu 'a'lam bi as-showab. 

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin".

(@hyan elbanis) 


  • Tentang Penulis
  • youtube