Sudahkah Kenal Malaikatmu? Buku Berteman Malaikat Karya KH. M. Sa'id Humaidy

Yasayyidiyarasulallah | Setiap orang ada malaikatnya, maka baik ucapan dan perbuatannya akan dicatat oleh malaikat. Dalam Islam dipercaya Malaikat pencatat itu adalah Rokib dan Atid 'alaihumas salam. Hal ini sebagaimana dalal Al Qur'an surat Qaf ayat: 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ 

Artinya: "Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya meriwayatkan dari Hasan al-Bashri, bahwa ia membaca ayat, "(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri." (Surat Qaf: 17).

Kemudian Hasan berkata, "Wahai manusia, catatan telah dibentangkan untukmu dan kepadamu ditugaskan dua malaikat. Yang satu di sebelah kananmu dan yang lain di sebelah kirimu. Malaikat yang ada di sebelah kananmu (ditugaskan) mencatat amal kebaikan. Sementara itu, malaikat yang ada di sebelah kirimu (ditugaskan) mencatat amal keburukan. karena itu, berbuatlah semaumu, sedikit maupun banyak, hingga saat engkau mati maka ditutuplah lembaran catatanmu dna diletakkan di lehermu, bersamamu dalam kubur hingga kamu keluar dari kubur pada hari kiamat."

Dunia Malaikat atau pengetahuan tentang mahluk ciptaan Allah dari cahaya itu sangat minim kita ketahui, hal ini karena selain keberadaannya tidak terlihat kasat mata wujudnya bersifat ghaib, juga tidak banyak ulasan kupas tuntas mengenai jati diri sang Malaikat seperti apakah bentuk fisik rupanya sampai-sampai ummat terdahulu sebelum Islam datang memahaminya dengan salah, bahkan Malaikat dimusuhi mereka yang tidak mengimani ke-Rasulan-Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasalam. 

Karenanya mengkaji khusus membahas Malaikat sangat penting harus terus digali dan dikaji menjadi semacam keilmuan keislaman, mengingat percaya adanya Malaikat adalah bagian dari keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya (Rukun Iman), maka menjadi syarat dalam beriman sehingga tidak boleh memusuhi apalagi membencinya.

Dengan demkian perlunya kita suatu pemahaman bahwa menjadikan Malaikat sebagai teman akrab untuk mendekatkan kecintaan diri kita kepada Allah dan Rasul-Nya, agar terhindar dari perbuatan dosa. Misalnya kalau kita mengenal Malaikat pencatat amal (Rokib dan Atid) yang selalu mengawasi perbuatan manusia diharapkan punya kesadaran bahwa Allah mengawasi kita melalui para Malaikatnya tersebut, sehingga akan menjauhi perbuatan dosa seperti berzina, mencuri atau korupsi dan perbuatan dzolim kepada orang lain. 

Mengenali Malaikat dengan jalan banyak mengkaji ayat ayat Al Qur'an dan Hadits seperti dalam buku ini akan menimbulkan kecintaan kepada mereka serta tidak memusuhinya, hal ini terkandung dalam Surat Al-Baqarah ayat 97-98 disebutkan:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۞ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلِٰٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰئيلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ۞

Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS: al-Baqarah { 2 } : ( 97-98).

Ayat tersebut menceritakan kaum Yahudi sangat membenci Malaikat Jibril 'Alaihi As-Salam sebagaimana asbabun nuzul ayat ini dikisahkan:

Banyak riwayat yang menjelaskan sebab turunnya ayat di atas. Salah satunya apa yang diriwayatkan al-Bukhari dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata : “’Abdullah bin Salam mendengar kedatangan ﷺ ketika ia sedang bekerja di kebun, ia segera mendatangi Nabi, lalu bertanya, “Aku ingin bertanya kepadamu tentang tiga hal yang hanya diketahui oleh Nabi. Apa tanda hari kiamat yang pertama kali muncul? Apa makanan pertama penduduk Surga? Apa yang menyebabkan seorang anak mirip bapak atau ibunya?” Beliau menjawab, “Jibril baru saja memberitahuku jawabannya.” ‘Abdullah berseru “Jibril?” Beliau menjawab “Ya” Dia berkata, “Dia adalah Malaikat yang menjadi musuh kaum Yahudi.” Beliau pun membacakan ayat tersebut.

Melalaui membaca buku apik karya KH. M. Sa'id Humaidy berjudul; "24 Jam Bersama Malaikat Allah" dengan subjudul 'kajian Al Qur'an dan Hadits' ditulis dengan komprehensif dengan dalil-dalil naqli (dari ayat-ayat Qur'an - Hadits) dan aqli serta penjelasan mudah dicerna bahasanya, maka akan sedikit terungkap bagaimana Malaikat diciptakan dengan tugas-tugasnya baik sebagai  perantara menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya maupun mahluk-Nya yang hanya diperintahkan Allah untuk urusan duniawi manusia dan ukhrawi - akhirat (surga dan neraka).

Banyak Malaikat yang diciptakan oleh Allah tak terhitung jumlahnya yang kita ketahui dalam buku ini, misalnya dijelaskan tentang Malaikat Jibril memberikan wahyu (Al Qur'an) dari Allah kepada kekasihnya yaitu Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi Wasallam.

Selain itu buku setebal 184 halaman ini secara rinci mengisahkan tentang tugas tugas Malaikat, dengan bahasa lugas dan mudah dipahami sehingga pembawa akan dibawa ke pemahaman mengenai Malaikat yang tak terhitung jumlahnya diciptakan Allah.

Dalam buku ini penjelasan bagaimana memahami alam Malakut/dunia Malaikat secara singkat, namun sumber diambil dari sumber Al Qur'an dan Al Hadits serta ulama tafsir dan Hadits juga pendapat /pemikiran para ulama memudahkan pembaca mendapatkan pengetahuan tentang  Malaikat serta patut untuk dikembangkan dalam kerangkan keilmuan memahami Al Qur'an (Ulumul Qur'an) dan Al Hadits (Musthola'ah Hadits).

Penulis mengajak akrab dengan dunia Malaikat terutama menjadikan teman Malaikat agar semakin bisa lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta lebih dekat mengenalnya yaitu cara agar kita bisa akrab dengan para Malaikat Allah terutama dengan Malaikat Jibril 'Alaihi Wasallam yang menyampaikan wahyu Allah (Al Qur'an) kepada Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi Wasallam, Malaikat pencatat amal, Malaikat penjaga kubur, Malaikat pencabut nyawa, Malaikat pembagi rizqi, Malaikat penjaga surga, Malaikat penjaga neraka, juga Malaikat yang khusus untuk melaporkan /mencatat setiap sholawat yang dibaca Ummat Islam kepada Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam.

Dengan sekilas buku ini untuk lebih detilnya membaca lembar per lembarnya akan semakin ingin mengetahui dalam tentang dunia Malaikat yang pada akhirnya akan tertanam kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, meningkatkan keimanan kita kepada-Nya sehingga dalam bersholawat pun kita akan menyebutkan nama Malaikat sebagai rangkaian doa dan munajat tanda rasa syukur kita kepada-Nya, sepertihalnya tersirat kandungan (kisah dialog Allah dan Nabi serta kesaksian para Malaikat) dalam do'a yang sangat indah dan berkesan pada saat kita At-Tahiyat setiap mengerjakan sholat lima waktu atau pun sunnah.

Maka para ulama terdahulu dalam bersholawat kepada Nabi menyebutkan sholawat kepada Malaikat;

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 

Sholawat Hayat - kehidupan - keabadian. Semoga Allah azza wa jalla menjadikan bagi siapa saja yang berkenan membaca Sholawat sighot ini, walaupun sekali (baik saat masih hidup atau pun sesudah kematian) akan tetap dalam keadaan bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam. 

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي مَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي يَوْمِ أَمُوتُ وَيَوْمِ أُبْعَثُ حَيًّا ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ  مِنْ يَوْمِ خَلَقْتَ الدُّنْيَا إِلَى يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ**

Bismillahirrahmanirrahim

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi mahyaya wa mamati, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi amutu wa yaumi ub'atsu hayya, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi kholaqtaddunya ila yaumil hisab, wa 'ala alihi washohbihi wasallam tasliman katsiro, walhamdulillahi rabbil 'alamin"

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dalam hidupku dan matiku, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad sejak hari Engkau menciptakan dunia sampai Hari Pembalasan (kiamat) dan atas keluarganya dan para sahabatnya, semoga kesejahteraan senantiasa Engkau limpahkan kepada mereka. Dan segala puji bagiMu Allah, Tuhan semesta alam".

Sholawat Nuron Qolbi - Cahaya Hati-Penerang qolbuSemoga Allah azza wa jalla menjadikan bagi siapa saja yang berkenan membaca Sholawat sighot ini agar hatinya dipenuhi cahaya iman dan kelembutan. Sebagaimana do'a dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا 

Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku (juga) cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku (juga) cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku (juga) cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.” (HR Bukhari Muslim).

Berikut Sholawat Nuron Qolbi :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَجْعَلُنِي بِهَا نُورًا فِي قَلْبِي، وَوَقَارًا فِي وَجْهِي، وَحُبًّا فِي قُلُوبِ النَّاسِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin sholatan taj'aluna biha nuron fi qolbi wa waqoron fi wajhi wa hubba fi qulubinnas wa 'ala lihi wa shohbihi wa wasallm. 

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad dengan shalawat yang dapat menjadikan cahaya di hatiku, kemuliaan di wajahku, dan kecintaan di hati manusia, dan melimpahkan keberkahan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta melimpahkan kedamaian kepada mereka"

Wallahu 'a'lam bi as-showab. 

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin".

(@hyan elbanis) 


  • Tentang Penulis
  • youtube