اَللّٰهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِيْنًا وَأَمِتْنِي مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْني فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنْ
Yasayyidiyarasulallah | "Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii jumratil masaakiin".
Yasayyidiyarasulallah | "Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii jumratil masaakiin".
Artinya: "Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin".
Do'a Baginda Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam diriwayatkan hadis Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudriy, Sunan ibn Mâjah, juz V, hal. 240, hadits no. 4126.
********
Jangan pernah merasa malu atau rendah diri,,apabila menjadi orang miskin, karena orang miskin itu akan diberikan kemudahan dihisab kelak di hari kiamat,,
Saat orang-orang kaya menanggung beban berat, sebab harus mempertanggungjawabkan pertama yang akan ditanyakan Allah di hari kiamat adalah asal usul darimana harta didapatkan, juga untuk apa saja dipergunakan hartanya sangat lama penghisabannya.
Sedangkan orang miskin akan dengan mudah penghisabannya, mereka tidak njlimet ditanyai --bisa jadi bi ghoiri hisab---lolos dari pemeriksaan para malaikat yang ditugasi Allah menghisab semua amal perbuatan manusia semasa hidupnya---orang miskin akan tiada beban berat seperti halnya orang kaya...
Orang miskin bila menjalani hidup dengan sabar dan banyak bersyukur, maka tentu kemudahan urusan penghisaban di hari kiamat...
Jadi bila kita telah berusaha dan bekerja keras, jika kita telah jalani Sholat yang lima waktu, juga apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA..
Namun tetap miskin juga, maka perlu tak perlu minder apalagi protes pada-Nya hingga tidak mau beribadah kepada-Nya....
Seorang anak bertanya kepada ibunya :
"Ibu, mengapa kita miskin?",
Dengan tenang sang ibu berkata :
"Nak, hidup ini seperti jalan2 di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan",
"Siapa yg membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti",
"Siapa yg membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti",
"Sementara kita tak mungkin membawa apa2. Karena tak punya uang untuk membelinya,"
"Di pintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja",
"Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak",
"Saat orang2 kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban",
"Saat orang2 kaya ditanya tentang :
"Darimana hartanya mereka peroleh ?,"
"Dan kemana hartanya mereka gunakan ?,"
"Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban",
"Lebih enak bukan !,"
"Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?",
"Anakku,"
"Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin :
"Bersabarlah sejenak,"
"Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna,"
"Berfikirlah positif,"
"Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa",
"Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih Surga-NYA",
"Jangan pernah minder",
"Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia",
Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.
Singkirkan rasa iri , cemburu dan buanglah tanda tanya,
Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.
Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.
Menunggu kita Siap Menerimanya....
Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. Bahwa "Sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada banyaknya harta benda, tapi pada *hati dan ketenangan jiwa*. @hiyan_elbanis
Barakallohu fikum,
Semoga bermanfaat,
Allahumma sholli'ala Sayyidina Muhammad.
