Ketika Syetan Berkata Jujur Mengajarkan Ayat Kursi Kepada Sahabat Nabi

 

Yasayyidiyarasulullah | Hakekat kebenaran itu milik Allah azza wa jalla bisa datang darimana asalnya atas kehendak-Nya. Kebenaran itu tidak pandang bulu kalau orang jujur mengatakannya, maka dalam kebenaran itu menjadi tolak ukur kebaikan. Mencari kebenaran itu jangan melihat siapa orangnya, tapi lihatlah apa yang disampaikan itu tentang kebenaran atau sebaliknya dengan ketidakjujuran?. 

Berikut ini kisah syetan mengajarkan kebenaran tentang  ayat kursi kepada sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu' yang membuat syetan tidak mengganggunya bila dibacakan, ini artinya syetan memberitahukan akan kelemahannya karena keutamaan dari ayat kursi. 

Diceritakan saat sahabat Abu Hurairah diperintahkan Nabi untuk menjaga 'kebun' kurma hasil sedekah zakat umat Islam, maka datanglah Syetan menyerupai seorang tua kedapatan mencuri kurma sampai dilakukan ketiga kalinya, kemudian ditangkap oleh Abu Hurairah untuk dihadapkan laporkan kepada Nabi, maka orang tua itu memohon supaya tidak ditahan dan dilepaskan seraya  mengajarkan kalimat yang apabila dibaca Abu Hurairah ia tidak akan kembali mendatangi mencuri kurma.

"Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau mau tidur, bacalah ayat kursi, dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi".

Keesokan harinya, kemudian Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah Shollollahu 'Alaihi wasalam, beliau berkata, "Sungguh ia telah jujur padahal ia banyak berdusta".(HR.Imam Bukhari, 2187).

Dalam kisah lain yang mirip dengan kisah di atas dan diriwayatkan Ubay bin Ka'b Radhiyallahu 'Anhu, disebutkan bahwa si Jin mengatakan:

مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ
"Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai pagi. Barangsiapa membacayanya ketiga pagi, ia akan dilindungi sampai sore". (HR. ath-Thabrani no. 541).

Jaminan Surga, Jangan Lewatkan Baca Ayat Kursi Setiap Selesai Sholat Lima Waktu

Dalam hadis lain disebutkan, Nabi Muhammad Shollollahu 'Alaihi wasallam bersabda: 

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ
"Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap sholat wajib (lima waktu), tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian". (HR. ath-Thabrani no. 7532).


Disunnahkan membaca ayat ini setiap (1) selesai shalat wajib, (2) pada dzikir pagi dan sore, (3) juga sebelum tidur.

So hikmah kisah asbabul nuzul turunnya ayat kursi itu  kebenaran bisa datang darimana saja, sehingga kita pun harus terus mencarinya sampai menemukan. Bersikap objektif dan tidak subjektif melihat menilai memutuskan suatu perkara, jangan hanya karena subjektif kemudian tidak adil dalam menyikapinya.

Nasehat bijak Khalifah Ali Bin Abi Thalib,,,, "Perhatikan apa yang diucapkan jangan melihat siapa yang mengatakan".

Jangan pernah meremehkan orang lain, kemudian kita sombong lalu ujub sehingga melupakan dari kebenaran itu sendiri.

Maka sangat tidak elok kalau mudah menyalahkan mengkafirkan orang lain, sedangkan kafirnya sendiri tidak dirumangsani grayangi alias tidak disadarinya,
Orang yang rendah hati senantiasa akan menghargai orang lain, maka sungguh akan menemukan kemulian yang tak ternilai harganya.

Jadi tetaplah menjadi orang baik, jika beruntung kamu akan menemukan orang baik, jika tidak kamu akan ditemukan orang baik.*** Ojo bosen dadi wong apik**

#Muhasabah Ramadhan 2020.

Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad...
Shollu 'ala an-Nabi.

_________________

*Ayat Kursi*

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

"Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm".

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar". (Al Baqarah: 255).***

Semoga bermanfaat, 
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallim ajma'in..'adada kholqihi wa midada kalimatihi. 

(@hiyan_elbanis) 


  • Tentang Penulis
  • youtube