Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ ، ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعََبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَفَْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Jama'ah sholat Jum'ah rahimakumullah,
Marilah perkuat ketakwaan kita kepada Allah Subhahu wa ta'ala dengan iman dan takwa yang sebenar-benarnya. Berusaha untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua yang dilarangnya. Karena sebaik-baik bekal untuk menghadap keharibaan Allah sesudah kematian adalah taqwa kepada-Nya.
Pada kesempatan ini khatib perkenankan mengisahkan sekelumit kisah Sayyidina Hasan radhiyallahu 'anhu cucu dari manusia paling mulia di sisi Allah yaitu Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam. Kisah ini menarik untuk kita ambil himahnya, yaitu tentang bagaimana kita berharap menggantungkan hanya kepada Allah saja, bukan menyandarkan pada manusia.
Disebutkan dahulu Al Imam Alhasan Bin Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu setiap tahun selalu dapat kiriman sahabat Muawiyah, kiriman uang itu tidak sedikit tapi banyak sekitar 100.000 dirham / dinar diberikan oleh Muawiyah kepada Sayyidina Hasan, ketika diterima oleh Sayyidina Hasan bukan buat dia sendiri tapi Beliau infakkan semuanya kepada faqir dan miskin.
Sampai di suatu tahun kiriman itu telat datangnya, maka saat itu banyak orang Faqir & Miskin yang memerlukan uang itu untuk keperluan dan kebutuhan mereka, sampai akhirnya Sayyidina Hasan mengambil kertas dan pena ingin menulis untuk mengingatkan Muawiyah tentang kiriman yang selalu beliau kirim, pada saat mau menulis beliau terpikir buat menunda menulis surat itu lalu beliau tidur dan ketika tidur beliau mimpi melihat Kakeknya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kata Rasul : " Ya Hasan kamu mau nulis apa engkau dan mau minta apa engkau ?.
Sayyidina Hasan menjawab : "Ya Rasulullah kasian orang sudah pada minta sedangkan uang kiriman belum datang."
Kata Rasul : "Baca ini doa :
اَللَّهُمَّ اقْذِفْ فِى قَلْبِى رَجَاءَكَ وَاقْطَعْ رَجَائِى عَمَّنْ سِوَاكَ، حَتَّىٰ لاَ أَرْجُوْ اَحَدًا غَيْرَكَ
"Allohummaqdzif fii qolbii rojaa-aka waqtho’ rojaa-ii ‘amman siwaaka hattaa laa arjuu ahadan ghairoka".
Artinya: "Ya Allah tanamkan di hati ku rasa berharap hanya kepada-Mu dan putuskan harapan dari dalam hatiku terhadap selain kepada Engkau, hingga saya tidak berharap melainkan kepada Engkau".
Pada saat Sayyidina Hasan bangun dari tidurnya, Beliau tidak jadi menulis surat tapi Beliau mengamalkan Doa’ yang diajarkan Rasulullah sholallahu 'slaihi wasallam di pagi dan sore hari, dan setelah berapa lama beliau melazimkan doa tersebut maka dapat kiriman serta surat dari Sayyidina Muawiyah yang minta maaf atas keterlambatan kiriman dan kiriman itu langsung 2x lipat. Do'anya Sayyidina Hasan radhiyallahu 'anhu ini secara lengkap disebutkan dalam kitab Tārikh al-Khulafā' Imam Suyuthi, Tārikh Madīnah Dimashq Ibn 'Asakir dan tersebut juga dalam Abwāb al-Faraj Abuya Sayyid Muhammad Maliki.
Hadirin Jama'ah sholat Jum'ah rahimakumullah
Dalam Cerita yang lain, Imam Abu Dawud (nomor hadis 1555) meriwayatkan hadis disebutkan oleh sahabat Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah ﷺ masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah mengeluh kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di masjid dan sampai ditanya oleh Rasulullah : "ada apa engkau..?"
Sahabat : "Ya Rasulullah saya strees, beban pikiran dan juga saya punya hutang yang melilit leher saya"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menenangkannya sambil berkata kepadanya: "Kalau begitu, maukah kamu aku ajaran satu kalimat doa’ , kalau engkau lazimkan doa’ ini pagi dan sore maka Allah subhanahu wa ta'ala akan cukupi strees kamu dan Allah bakal tutup semua hutangmu."
Sahabat menjawab: "Tentu saja mau Ya Rasulullah",
Rasulullah melanjutkan baca doa’ ini tiap hari pagi dan sore:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
"Allahuma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wa a’udzubika minal ajzi wal kasali wa a’udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaal"
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Imam Abu Dawud).
Dalam kitab Abwabul Faraj, Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebutkan doa Hasan bin Ali tersebut yang beliau dapatkan dari kakeknya yaitu Nabi sholallahu 'slaihi wasallam lewat mimpi. Doa ini berfungsi mempermudah datangnya rezeki, atau mengundang pertolongan Allah dalam situasi sulit lilitan hidup.
Hadirin Jama'ah Jum'ah rahimakumullah,
Sekelumit kisah ini menambah pengharapan keyakinan akan pertolongan Allah azza wa jalla melalui do'a, agar tetap berbaik sangka kepada-Nya karena Allah itu apa yang dipikir sangka-kan /dzonni hamba-Nya. Maka hati-hati dengan pikiran kita kepada Allah, jangan sampai berburuk sangka kepada-Nya, begitu juga dengan atau pada sesama manusia. Tanamkan husnudzon atau berbaik sangka agar hidup kita damai tenang dan dalam keberkahan dari-Nya.
Semoga Allah selalu melancarkan rizqi kita dan senantiasa sehat selalu hidup berkecukupan, bahagia dunianya dan akhiratnya. Aamiin.
**بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ**
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ
وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هُوَ أَهْلُهُ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهم اغْفِرْ لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللهم ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، اللهم فَرِجْ عَنْ اُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فَرَجًا عَاجِلًا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
