![]() |
| "Rabbij'alni muqimas sholati wa min dzurriati rabbana wa taqobbal du'a" . (Doc.Yasayyidiyarasulallah) |
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)
Tersirat ayat ini mengajarkan totalitas kepada Allah azza wa jalla, untuk meminta pertolongan Allah dalam beribadah dan dzikir kepada-Nya. Mengapa demikian?. Karena orang beribadah itu bisa punya perasaan sombong dan ujub yaitu membanggakan dirinya sendiri merasa paling suci seolah ibadahnya itu dilakukan tanpa campur tangan pertolongan-Nya, maka sifat seperti inilah yang hanya akan membakar habis amal ibadahnya layaknya sebuah api melahap kayu.
Bukankah Iblis itu dulunya rajin paling top beribadahnya sebelum dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta'ala sampai dia bergelar Azazil yang berarti (dari kata al-aziz dan iel. Al-aziz), al-Aziz berarti hamba yang terhormat dan sangat kuat, sedangkan iel merupakan penamaan Allah pada zaman Arab kuno. Jadi, Azazil bisa diartikan sebagai hamba Allah yang terhormat atau mulia.
Namun Azazil dengan ibadahnya lupa daratan dengan kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta'ala, dia merasa sombong kemudian mbangkang/menolak atas perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam 'alaihi as-salam, karena merasa paling dekat dengan Allah paling baik daripada Nabi Adam 'alaihi as-salam yang diciptakan dari tanah oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka terusirlah Azazil dari surga dengan sebutan Iblis pecahan dari kata (الإبلاس) “Iblas” yang berarti putus asa dari rahmat Allah terkutuk sampai kiamat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan do'a, agar senantiasa mendapatkan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala dalam Berdzikir, Bersyukur dan membaguskan Ibadah, hal ini semata bahwa hakekatnya manusia itu tiada daya dan kekuatan selain dari (pertolongan) Allah subhanahu wa ta'ala, karenanya saat Muadzin kumandangkan adzan : "Hayya 'ala as-sholah" orang yang mendengarkan disunnahkan menjawab : "La khaula wala quwwata illa billah".
Do'a ini pesan beliau jangan pernah ditinggalkan dibaca setiap selepas sholat lima waktu sebagaimana dari Sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata,
يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ
“Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda, “Aku memberikanmu nasihat, wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat bacaan doa:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى شُكْرِكَ، وَذِكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Allahumma 'ainni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika".
Artian: "Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu).”
Disebutkan di akhir hadits, “Mu’adz mewasiatkan seperti itu kepada Ash-Shunabihi. Lalu Ash-Shunabihi mewasiatkya lagi kepada Abu ‘Abdirrahman.” (HR. Abu Daud, no. 1522; An-Nasa’i, no. 1304, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Dalam Musnad Imam Ahmad (13/360, no. 7982), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dengan redaksi sebagai berikut,
“Maukah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa? Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ، وَذِكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Allahumma 'ainna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika
(Ya Allah, bantulah kami untuk bersyukur kepada-Mu, mengingat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya).” (HR. Abu Daud, no. 1524; An-Nasai, no. 1303; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 690; Al-Hakim, 1:273; An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra, no. 9973.
Do'a pendek ini sangat banyak diamalkan para ulama dan kyai, bahkan di Majmu'ah pondok-pondok pesantren dalam susunan wirid dan do'a harian mencantumkan do'a tersebut untuk bisa dibaca setiap selepas sholat lima waktu mengingat fadhilah dan keutamannya sangat bisa dirasakan kalau diamalkan secara istiqomah.
Wallahu 'a'lam bi as-showab.
"Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washohbihi wasallam ajma'in 'adada kholqihi wa midada kalimatihi ila yaumiddin" .
(@hyan elbanis)
