Kajian Tafsir Tematik: Pesan Nabi Jangan Tinggalkan Do'a ini Setiap Selepas Sholat

Yasayyidiyarasulallah | Tidak ada sehelai rambut pun beruban putih rontok kecuali atas kehendak Allah subhanahu wa ta'ala. Dia pula yang maha membolak balikkan hati manusia, kita tidak punya daya dan kekuatan selain dari-Nya. 

Demikian juga terkait urusan beribadah melakukan kebaikan sepenuhnya semata atas pertolongan-Nya semata, maka memohonlah kepada-Nya seperti terkandung dalam surat al Fatihah ayat 5 berikut ini:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)

Tersirat ayat ini mengajarkan totalitas kepada Allah azza wa jalla untuk senantiasa meminta pertolongan Allah dalam beribadah dan dzikir kepada-Nya. Sebab orang beribadah itu bisa mempunyai sifat sombong atau ujub membanggakaran dirinya sendiri. 

Misalnya merasa paling baik dan suci seolah ibadahnya itu tidak dengan/atas pertolongan Allah azza wa jalla, maka hal ini yang akan bisa menghabiskan amalnya seperti halnya api melahap kayu bakar. 

Bukankah Iblis laknatullah sebelum dikutuk oleh Allah azza wa jalla itu paling top beribadahnya dan menjadi pemimpin diantara Malaikat?.  Hanya karena dia merasa paling baik dari Nabi Adam 'alaihi as-salam, maka Iblis yang bernama Azazil (dari kata al-aziz dan iel. Al-aziz), al-Aziz berarti hamba yang terhormat dan sangat kuat, sedangkan iel merupakan penamaan Allah pada zaman Arab kuno bisa diartikan Azazil sebagai hamba Allah yang terhormat atau mulia. 

Namun lantaran Azazil dengan ibadahnya membuatnya sombong menjadikan lupa daratan atas kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta'ala, dia merasa paling dekat dengan Allah azza wa jala sehingga menyombong diri menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam 'alaihi as-salam, maka terusirlah Azazil dari surga dengan sebutan dari Azazil menjadi Iblis yaitu pecahan dari kata (الإبلاس) “Iblas” yang berarti putus asa dari rahmat Allah terkutuk sampai kiamat. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan do'a, agar senantiasa mendapatkan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala bisa Berdzikir, Bersyukur dan membaguskan Ibadah. 

Do'a ini pesan beliau jangan pernah ditinggalkan dibaca setiap selepas sholat lima waktu. 

Adalah dari Sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata,

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ

Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda, “Aku memberikanmu nasihat, wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat bacaan doa:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى شُكْرِكَ، وَذِكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

"Allahumma 'ainni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika".

Artian: "Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu).”

Disebutkan di akhir hadits, “Mu’adz mewasiatkan seperti itu kepada Ash-Shunabihi. Lalu Ash-Shunabihi mewasiatkya lagi kepada Abu ‘Abdirrahman.” (HR. Abu Daud, no. 1522; An-Nasa’i, no. 1304, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Dalam Musnad Imam Ahmad (13/360, no. 7982), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dengan redaksi sebagai berikut,

“Maukah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa? Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ، وَذِكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

"Allahumma 'ainna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika"

(Ya Allah, bantulah kami untuk bersyukur kepada-Mu, mengingat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya).” (HR. Abu Daud, no. 1524; An-Nasai, no. 1303; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 690; Al-Hakim, 1:273; An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra, no. 9973. 

Dalam do'a tersebut mengajarkan agar selalu bersyukur bisa melakukan ibadah, kata dzikir, syukur dan ibadah satu rangkaian bisa membentuk karakter menjadi hamba Allah dengan kesadaran atas kemahakuasaan Allah. 

Seringkali orang itu kurang menyadari akan nikmat yang telah diterima. Sehingga tentu saja membuatnya lalai dari mensyukurinya. Padahal seorang bisa berbuat baik atau beribadah dan bersyukur itu adalah bentuk dari nikmat Allah. 

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur” (QS. Al Baqarah: 152)

Dalam ayat ini, Allah ta’ala memerintahkan kepada kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan melarang kita untuk berbuat kufur. Bahkan di ayat yang lain Allah mengancam orang-orang yang berbuat kufur dengan adzab yang pedih. Sebagaimana dalam firman Nya :

وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“… dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk perhatian terhadap perkara yang penting ini, sehingga tidak menjadi golongan orang-orang yang kufur atas nikmat Allah dan dapat terhindar dari ancaman adzab yang pedih. Maka dengan do'a tersebut diatas Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam menganjurkan jangan sampai ditinggalkan selepas sholat lima waktu agar kita selalu menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur dan berdzikir serta beribadah penuh keikhlasan karena Allah Ta'ala semata. 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي مَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي يَوْمِ أَمُوتُ وَيَوْمِ أُبْعَثُ حَيًّا ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ  مِنْ يَوْمِ خَلَقْتَ الدُّنْيَا إِلَى يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ**

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi mahyaya wa mamati, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi amutu wa yaumi ub'atsu hayya, wa sholli 'ala sayyidina Muhammadin fi yaumi kholaqtaddunya ila yaumil hisab, wa 'ala alihi washohbihi wasallam tasliman katsiro, walhamdulillahi rabbil 'alamin"

"Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dalam hidupku dan matiku, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali, Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami Nabi Muhammad sejak hari Engkau menciptakan dunia sampai Hari Pembalasan (kiamat) dan atas keluarganya dan para sahabatnya, semoga kesejahteraan senantiasa Engkau limpahkan kepada mereka. Dan segala puji bagiMu Allah, Tuhan semesta alam".

Wallahu 'a'lam bi as-showab. 

(@hyan elbanis) 

  • Tentang Penulis
  • youtube