![]() |
| (Foto/doc.yasayyidirasulallah) |
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَكَفَى بِهَا نِعْمَةً، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عََبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ صَلاةً تَختِمُ لَنَا بِهَا بِلَآ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ الصَّادِقُ الوَعدِ الأَمِيْنُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، اَمَّا بَعْدُ ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .
Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah.
Marilah bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala atas nikmat yang tak terhitung jumlahnya, begitu banyak diberikan kepada mahluq-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu tersanjungkan kepada Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam sebagai suri tauladan ummat manusia dan menjadi rahmat alam semesta.
Melalui mimbar Jum'ah berkah ini khatib selain mewasiatkan kepada diri pribadi, juga kepada jama’ah sekalian untuk senantiasa berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah azza wa jalla sebagai bekal hidup sesudah mati menuju perjalanan panjang pulang ke kampung akhirat.
Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah perkenankan khatib membacakan sebuah hadis yang berbunyi;
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا»
“ … dari Ummu salamah berkata. ‘ ketika salam (selesai) dalam shalat shubuh nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan “ ya Allah, aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima “.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya, bab ma yuqolu ba’da taslim (apa yang diucapkan setelah salam) nomor 925. Sedang Ibnu Hajar dalam kitabnya Nataij al-Afkar menilai hadis serupa yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam musnadnya, bab hadis ummu salamah isteri Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam nomor 26731 sebagai hadis hasan.
Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah,
Penjelasan singkat dari tiga do'a tersebut baik ilmu, rezeki, dan amal ibadah adalah tiga hal yang baik dan mendatangkan pahala. Namun demikian, ketiga hal baik tersebut dapat juga mendatangkan keburukan kepada pemiliknya. Demikianlah Nabi mengajarkan doa diatas pada umatnya agar hidup penuh manfaat dan berkualiatas tidak kehilangan nilai positif dari segala nikmat yang telah dianugerahkan.
Pertama adalah permohonan untuk diberi ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang digunakan di jalan Allah. Ilmu yang menyelamatkan pemiliknya juga orang disekitarnya dari api neraka. Memberi cahaya kepada diri sendiri juga kepada orang lain dari kegelapan dan ketersesatan. Ia menyentuh kedalam qolbu yang keras lagi dingin, menjadi lunak dan hangat. Perkataan seorang yang berilmu menjadi hikmah bagi para pendengar, dan perbuatannyapun mejadi contoh yang baik untuk sekitar.
Permohonan yang pertama ini juga berarti perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Yakni ilmu yang digunakan untuk keburukan. Seorang yang berilmu memiliki potensi amat besar untuk melakukan ibadah-ibadah yang tak dapat dilakukan orang awam, namun juga berarti ia dapat melakukan kejahatan-kejahatan yang hanya dilakukan oleh orang yang ahli. Koruptor yang sering muncul diberita televisi maupun koran, adalah orang-orang berdasi dan berpendidikan tinggi, dan hanya dengan ilmu itulah korupsi bisa terjadi.
Nabi menjelaskan ilmu yang tidak bermanfaat sebagaimana hadis Riwayat Ibnu Majah nomor 254 berikut.
“ … dari Jabir bin ‘Abdullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk mendebat para ulama, meremehkan orang-orang bodoh, menghiasi (ria dalam) majelis. Barangsiapa melakukan hal itu, maka baginya neraka, baginya neraka.”
مَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، وَيُجَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، وَيَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ جَهَنَّمَ
“Barang siapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh, serta memalingkan perhatian manusia kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam” (HR. Ibnu Majah no. 260) .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837).
Kedua adalah permohonan untuk mendapat rizki yang baik. Adapun yang dimaksud rizki yang baik adalah rizki yang halal, jangan sampai hanya ingin mendapatkan rupiah menghalalkan segala cara, yaitu tidak peduli antara halal dan haram yang penting bisa mendapatkan uang. Naudzubillah.
Dalam kamus lisanul ‘Arab dijelaskan bahwa Ar-Rozaq adalah salah satu sifat Allah. Sebab Allah lah yang memberi rizki kepada makhluk seluruhnya, dan Allah jua lah yang menciptakan rizki-rizki itu. Rizki terbagi kepada dua, yakni rizki yang nampak pada badan seperti kekuatan, dan yang tersembunyi pada hati dan pikiran seperti seperti ke arifan dan ilmu pengetahuan. Hujan yang menumbuhkan berbagai macam tanaman pun adalah rizki yang disiapkan Allah bagi umat manusia.
Terakhir adalah permohonan agar amal ibadah diterima. Amal ibadah yang diterima adalah amal yang dikerjakan hanya karena untuk mendapat balasan dari Allah saja. Sedangkan setiap amal ibadah yang dimaksudkan selain kepada Allah tak akan mendapatkan balasan apapun di akhirat. Ia hanya akan mendapat balasan dari apa yang ia maksudkan selama hidup di dunia, sedangkan di akhirat kelak termasuk orang yang bangkrut. Ia mengira telah mempersiapkan bekal yang banyak untuk akhirat, namun ternyata amal ibadah nya itu tak berbuah pahala.
Oleh karena marilah kita renungkan ayat 104 dalam surat Al Kahfi ;
اَ لَّذِيۡنَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُوۡنَ اَنَّهُمۡ يُحۡسِنُوۡنَ صُنۡعًا
"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."
Janganlah kita mengira amal ibadah seolah paling hebat lalu menutup hati kebaikan orang lain sehingga menjadi sombong yaitu tidak menerima kebenaran orang lain, kebenaran hanya pribadinya dan kelompoknya padahal ini yang sangat berbahaya bagi umat Islam, karena Islam itu adalah agama rahmatan lil 'alamin, maka setiap perbedaan jadikan spirit semangat fastabiqul khairat dengan begitu akan terhindar dari sifat sombong yang tempatnya di neraka.
# Baca Surat al Ikhlas, kemudian lanjut membaca berikut ini;
Khutbah II
اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
هـُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِىْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ
لِكُلِّ هـَوْلٍ مِنَ اْلأَهـْوَالِ مُقْتَحِمِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى وَأَصْلِحْ لَنَا مَا بَقِيَ بِحُرْمَةِ الأَبْرَارِ يَا عَالِمَ الأَسْرَارِ
يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَكْشِفِ السِّتْرَ عَنَّا وعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
