Mencapai Sholat Agar Bisa Khusyuk

Yasayyidiyarasulallah | Naskah khutbah (@hyan_elbanis) :

 *Khutbah I*

 ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعََبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ صَلاةً تَختِمُ لَنَا بِهَا بِلَآ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ الصَّادِقُ الوَعدِ الأَمِيْنُ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

Ma'asyiral muslimin jama'ah sholat Jum'ah Rahimakumullah

Marilah senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhahu wa ta'ala dengan sebenar-benarnya. Karena sebaik-baik bekal  menghadap keharibaan Allah sesudah kematian adalah taqwa kepada-Nya.

Pada kesempatan ini khatib perkenankan menyampaikan **Mencapai Sholat Agar Bisa Khusyuk**.

*Ma'asyiral muslimin jama'ah Rahimakumullah*

Seringkali kita mendengar kata “khusyuk”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan, yaitu khusyuk diartikan penuh penyerahan dan kebulatan hati; sungguh-sungguh; penuh kerendahan hati: mereka sedang berdoa dengan-Nya.

Sedangkan dalam sholat biasanya khusyuk dikaitkan dengan ibadah shalat atau sembahyang. Dari kaitan ini, kita pada umumnya mengaitkan khusyuk dengan pelaksanaan shalat secara tenang baik lahir maupun batin.

Khusyuk dan shalat memiliki kaitan erat. Kaitan keduanya dapat ditemukan pada Surat Al-Mukminun ayat 1-2. Bahkan shalat khusyuk pada awal Surat Al-Mukminun ini menjadi sifat orang beriman yang beruntung.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ , الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”

Kemudian di ayat 45 surat Al Baqarah disebutkan :

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ 

"Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk".

Pada bagian ayat lain yaitu di surat Al Ma'un ayat 4- 7 Allah mengingatkan agar kita tidak lalai terhadap sholat:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ . الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ . الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ . الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

"Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat ; (yaitu) yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan".

*Ma'asyiral muslimin jama'ah sholat Jum'ah Rahimakumullah*

Dari sekilas pengertian khusyuk dengan disertai ayat-ayat Al Qur'an tersebut bisa diambil hikmah Pentingnya kita mengerjakan sholat dengan khusyu', yaitu diawali menyempurnakan/membaguskan wudhu dengan benar, juga bukan sekedar melakukan gerakan organ/bagian tubuh kita dari mulai takhbiratul iharam, rukuk, sujud dan at-tahiyat salam. Artinya saat sholat totalitas hanya pikiran dan hati kita mengingat Allah, terutama memahami apa yang kita ucapkan dalam do'a sholat.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin menyebutkan:

وَكم مّن مُصلِّ لم يَشرب خمراً وَهو لا يَعلم مَا يَقولُ في صَلاتِهِ (إحياء علوم الدين، ١\١٥٠)  

"Betapa banyak orang-orang yang shalat itu tidak pernah meminum khamr, tapi ia tidak pernah tau apa yang ia baca dan sebut dalam shalatnya".

Oleh karena itu hendaknya dalam sholat harus khusyuk, memang tidak mudah melakukannya,  tapi sekurang-kurangnya dalam Kitab Fawaidul Mukhtarah (hal, 141) ada 3 keadaan sholat agar kita bisa mencapai khusyuk yaitu:

*Pertama* saat kita membaca do'a iftitah tepatnya saat membaca :

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

"Sungguh aku hadapkan wajahku dengan penuh ketundukan kepada Allah (Dzat) yang telah menciptakan langit dan bumi"

*Kedua* pada saat kita membaca al Fatihah yaitu tepatnya saat membaca :

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

*Ketiga* pada saat At-tahiyat saat membaca do'a tasyahud tepatnya saat membaca :

السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi".

Dalam tiga keadaan sholat tersebut jangan sampai kelewatan atau lalai untuk merenungkan dan memahaminya agar kita bisa mencapai sholat khusyuk, karena sholat itu sejatinya adalah menentukan diterima atau tertolaknya semua amal ibadah, tergantung bagaimana kita benar atau tidak alias khusyuk saat mengerjakan sholat:

Sebagai penutup dari sahabat
Said bin Ali, dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu, bahwa "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِننْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ 

"Yang paling pertama dihisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah sholat . Jika (sholat nya) baik, maka baiklah seluruh amalnya, sedangkan jika (sholat nya) buruk, maka buruklah seluruh amalnya.” . (HR. Ath-Thobarani dari Anas radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1358).

Semoga kita senantiasa bisa mengerjakan sholat fardhu lima waktu dengan khyusuk dan bisa menambah dengan sholat-sholat sunnah sehingga amal ibadah kita diterima oleh Allah. Mari terus melakukan kebaikan dalam ibadah seraya memohon curahan rahmat dari Allah karena hanya dengan Rahmat-Nya kita akan mendapatkan pertolongan-Nya sehingga selamat dunia dan selamat akhirat.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam mengajarkan do'a agar kita bisa khusyuk:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, hawa nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.)

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ
وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن

* Khutbah II*

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلىَ دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ . أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي مَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ فِي يَوْمِ أَمُوتُ وَيَوْمِ أُبْعَثُ حَيًّا ، وَ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ  مِنْ يَوْمِ خَلَقْتَ الدُّنْيَا إِلَى يَوْمِ ٱلْحِسَابِ ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً كَثِيراً

 اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ . رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا . رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ  . اَللهم اجْعَلْنَا وَاَوْلاَدَناَ وَذُرِّيَّٰتِنَا مِنْ اَهْلِ الْعِلْمِ وَالْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِّ وَالضَّيْرِ , بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  . رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى ععَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ  

  • Tentang Penulis
  • youtube